Mudik Natal dan Tahun Baru, Jalur Selatan Ruas Cilacap Dirundung Longsor

Oleh Muhamad Ridlo pada 21 Des 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 21 Des 2019, 13:00 WIB
Material longsoran menimbun jalan nasional lintas selatan (JLS) Jawa Tengah di titik Desa Padangjaya, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Adib untuk Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Cilacap - Masa libur Natal dan tahun baru tiba bersamaan dengan meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah, termasuk di Cilacap, Jawa Tengah. Akibatnya, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor pun meningkat.

Di Cilacap, longsor dan banjir lumpur terjadi di jalur penghubung utama Purwokerto-Bandung, di Desa Padangjaya, Kecamatan Majenang, Jumat sore (20/12/2019). Timbunan tanah berasal dari bukit yang ada di utara jalan tersebut.

Material longsor berupa tanah yang menimbun badan jalan sempat membuat arus kendaraan tersendat. Panjang jalan yang tertutup itu mencapai sekitar 100 meter.

Antrean kendaraan ini diperkirakan mencapai satu kilometer dari lokasi. Kendaraan dari arah barat dan timur, bahkan sempat tidak bisa bergerak sebelum timbunan longsor ditepikan oleh warga dengan alat seadanya.

"Tanah mulai turun ke jalan setelah hujan. Sekitar jam empat sore tadi (kemarin)," kata Bahtiar.

Bahtiar bilang, tanah longsor ini terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur kawasan ini. Secara perlahan, air bercampur lumpur menutup jalan lantaran di sisi utara jalan tidak mampu menampung.

Kepala Desa Padangjaya, Tursino memastikan perkampungan warga terbebas dari lumpur tersebut. Material longsor di atas jalan kemudian dialirkan melalui irigasi di selatan yang tembus sampai ke sungai kecil di sisi barat.

"Rumah warga aman," kata Tursino.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Longsor Dipicu Bukit Gundul

Ilustrasi - Jalan ambles. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ilustrasi - Jalan ambles. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Menurut dia, longsor terjadi karena bukit di utara jalan gundul tanpa ada pohon besar. Ini setelah ada penebangan yang dilakukan Perhutani di lahan seluas kurang lebih 20 hektare.

"Karena tidak ada pohon besar, tanah gembur dan mudah hanyut," katanya.

Menurutnya, tanah longsor ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya jalan hanya tergenang air dan tidak pernah tercampur lumpur.

Untuk membersihkan jalan, Pemadam Kebakaran (Damkar) Majenang yang menerjunkan satu unit mobil pemadam untuk menyemprot lumpur agar hanyut ke saluran air sisi selatan. Pembersihan baru selesai pada Jumat malam, sekitar pukul 20.30 WIB.

Pengawas Lapangan PPK PJN Perbatasan Jabar-Wangon, Pujiono mengatakan jalur antara Wangon, Banyumas hingga Dayeuhluhur, Cilacap memang rawan longsor dan amblesan. Bahkan, ada sejumlah ruas jalan yang butuh penanganan khusus.

Di antaranya di wilayah Sengkala, perbatasan Karangucung-Cilacap dengan Lumbir, Banyumas. Jalan kerap ambles lantaran kondisi tanah yang labil. Peralihan musim dari kemarau ke penghujan menyebabkan permukaan jalan berubah.

“Tanah di situ labil sekali. Kalau kena kemarau susut, kalau kena hujan mengembang,” kata Pujiono.

Untuk mengantisipasi longsor, Bina Marga mendirikan Posko Siaga Bencana di Jalur Nasional Lintas Selatan (JLS) perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat. Posko didirikan di Cijalu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, mulai Jumat (20/12/2020) hingga Sabtu (5/1/2019).

3 dari 3 halaman

Posko Siaga Bencana Masa Natal dan Tahun Baru

Perbaikan jalan di JLS Jateng, Sengkala, Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbaikan jalan di JLS Jateng, Sengkala, Lumbir, Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Pujiono mengatakan, pendirian posko ini dilakukan untuk mengurangi risiko terhambatnya kendaraan pada masa libur natal dan tahun baru akibat tertimbunnya jalan nasional ini. Pasalnya, jalur perbatasan Jawa Tengah-Jabar adalah wilayah medan berbukit terjal.

Longsor bisa sewaktu-waktu terjadi di wilayah ini. Kondisi tanah di wilayah ini juga labil sehingga rawan ambles atau pergerakan tanah. Intensitas hujan yang meningkat pada Desember dan Januari ini berrisiko memicu bencana alam.

“Tetap kami siaga lebaran ada, siaga Natal juga ada. Seperti kami mau mendirikan Posko di Cijalu, Majenang, Seharusnya (persiapannya) sudah ini, sehingga tanggal 20 sudah siap, siaga,” ucap Pujiono.

Di Posko Siaga Bencana Natal dan tahun baru, Bina Marga menyiagakan alat berat agar penanganan bencana bisa lebih cepat. Selain itu, ada pula petugas piket yang bisa cepat bergerak untuk penanganan kerusakan lebih kecil, misalnya, jalan yang tiba-tiba berlubang.

Pujiono mengungkapkan, berdasar survei, ada sejumlah titik yang menjadi perhatian Bina Marga pada musim libur Natal dan tahun baru kali ini. Di antaranya, di Sengkala Kecamatan Lumbir, Banyumas, Tayem Timur Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Cimanggu, Majenang, dan Cikukun, Wanareja, Cilacap.

Namun begitu, Pujiono mengklaim, secara umum jalan lintas selatan ruas perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah hingga Wangon, Banyumas siap dilalui pemudik pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2019-2020 ini.

Namun begitu, dia mengakui masih ada sejumlah ruas yang bergelombang. Dia berkilah, pada masa libur natal dan tahun baru ini, Bina Marga mengutamakan agar jalan bisa dilalui dengan lancar.

“Pihak kami siap siaga terus mas. Kami mengutamakan jalan lancar dulu,” katanya.

Lanjutkan Membaca ↓