Gus Ghofur: Islam di Nusantara Lahir dari Melayu

Oleh M Syukur pada 19 Des 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 21:00 WIB
Anak almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, KH Abdul Ghofur atau Gus Ghofur.
Perbesar
Anak almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, KH Abdul Ghofur atau Gus Ghofur. (Liputan6.com/Istimewa/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Perkembangan Islam di Nusantara tidak terlepas dari tokoh-tokoh Melayu di Pulau Sumatera. Bahkan beberapa pendiri organisasi keagamaan dan penerusnya belajar Islam dari mereka, lalu menyebarkannya ke Pulau Jawa.

Hal ini disampaikan anak tokoh Nahdatul Ulama (NU) almarhum KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, KH Abdul Ghofur (Gus Ghofur) ketika mengisi pengajian di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, Riau.

Gus Ghofur menyebut ayahnya Mbah Moen berguru dari tokoh Melayu di Sumatera Utara. Hal ini wajar karena saat itu ajaran Islam berkembang pesat di beberapa daerah di Sumatera.

"Sebelum ada Islam di Jawa, sudah ada Islam di Melayu. Orang Melayu itu, 100 persen ya Islam," kata Gus Ghofur di hadapan civitas akademika UIN.

Rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini bercerita, pendiri NU KH Hasyim Asy'ari belajar dari guru asal Minangkabau bernama Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.

Ada beberapa tahun ayah dari Abdurrahman Wahid itu belajar bersamanya. Belajarnya memang bukan di Sumatera, melainkan di Mekkah karena saat itu Syekh Ahmad sudah menjadi khatib di Masjidil Haram.

"Orang Melayu itu, maka harus dihidupkan kembali, Islam Nusantara lahir dari Melayu ini," kata Gus Ghofur.

Di sisi lain, alumni Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini mengatakan, Islam di Indonesia ini menjadi harapan di dunia. Alasannya di Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dan berjalan dengan damai serta aman dengan pemeluk agama lain.

"Hubungan antara agama lain dengan Islam serta kebangsaan sangat baik. Islam dan negara sejalan dan beriringan, bisa tenang, tidak konfrontasi. Semua ingin mencontoh di sini (Indonesia)," ungkap Ahli Tafsir tersebut.

Gus Ghofur menjelaskan, terkadang banyak mahasiswa dan generasi muda, tidak menyadari hal tersebut. Bahkan, ada beberapa pihak justru ingin mencontoh kehidupan berbangsa dan beragama Islam dari negara lain.

"Kita itu kadang-kadang memberi contoh di sana (luar negeri), padahal di sana ingin contoh di sini. Harapan banyak negara muslim di dunia itu ada di Indonesia," jelasnya.

Menurut dia, Indonesia dibangun dengan menerapkan Pancasila. Para ulama menjadi pendiri bangsa juga telah mengakui Pancasila sebagai dasar untuk menjaga NKRI.

Gus Ghofur juga menjelaskan, banyak ulama di Timur Tengah mengakui sistem bernegara yang dianut Indonesia benar adanya.

"Negara ini sudah dibangun oleh para ulama dengan bentuk seperti ini, dengan Pancasila-nya denga NKRI-nya. Kita sudah konfirmasi ke berbagai ulama di Timur Tengah, ini sudah benar dan Indonesia bisa pertahankan itu," terang Gus Ghofur.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya