Menikmati Suasana Pagi Syahdu di Kampung Wisata Cirebon

Oleh Panji Prayitno pada 19 Des 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 21 Des 2019, 04:13 WIB
Menikmati Suasana Syahdu di Kampung Wisata Cirebon

Liputan6.com, Cirebon - Upaya menggali potensi seni yang berorientasi pada tingkat kunjungan wisata di Cirebon terus dilakukan Pemkot Cirebon.

Salah satunya dengan membentuk Kampung Seni dan wisata Cirebon. Ragam pertunjukan seni dan budaya Cirebon, mulai dari topeng, sintren hingga alunan musik tarling klasik ada di kampung Kanoman Utara Rw 10 Kota Cirebon.

Kepala Kampung Seni Kanoman Utara Kota Cirebon Pangeran Mamat Nurahmat disela peresmian mengatakan kampung seni wisata mengusun konsep bersama.

Menurut dia, warga di Kampung Kanoman Utara Kota Cirebon tersebut memiliki dasar seni.

"Dari dasar seni imbasnya ke potensi usaha di kampung kami juga ada industri rumahan yang memproduksi sirup dari tahun 1970," ujar dia, Senin (16/12/2019).

Masyarakat di Kampung Kanoman Utara, kata Nurahmat, hobi berdagang. Oleh karena itu, ragam kuliner khas Cirebon masih banyak ditemukan.

Suasana kampung seni di Kanoman Utara sendiri tampak masih asri seperti kawasan perkampungan. Berdekatan dengan pasar dan Keraton Kanoman Cirebon.

Meski demikian, warga perkampungan menyambut baik adanya penyematan Kampung Seni dan Wisata Cirebon. Sepanjang tembok gang dihasi cat sehingga terlihat menyenangkan.

2 dari 2 halaman

Wakil Wali Kota

Menikmati Suasana Syahdu di Kampung Wisata Cirebon
Peresmian kampung seni dan wisata di wilayah Kanoman Utara Kota Cirebon sebagai magnet wisata baru Pantura Jawa Barat. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Di perkampungan ini, setiap gang memiliki sejarah sendiri. Kampung Seni dan Wisata berada diantara Gang klapa Jajar, Gang Pekuman, Gang Penghirupan, dan Gang Tajug.

"Tiap seminggu sekali nanti akan ada pementasan seni tapi sehari-hari juga latihan karena di sini ada sanggar seni," kata dia.

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan gagasan kampung wisata di Kota Cirebon harus lebih dikembangkan. Menurut dia, menata kampung yang memiliki daya tarik wisata dan seni tidak hanya sekadar seremonial.

Pemkot Cirebon siap melakukan berbagai upaya penataan di lingkungan perkampungan. Termasuk akses masuk yang hanya dari satu jalur utama dan harus melewati Pasar Kanoman Cirebon.

"Kedepan fasilitasi pengembangann infrastruktur dan bagaimana kampung wisata harus hidup," lata Eti.

Eti mengapresiasi semangat warga mengelola kampung seni dan wisata. Oleh karena itu, ke depan, dia meminta tiap Rw harus menonjolkan ikon kampung masing-masing.

"Dorongan kami justru lebih banyak, selain kampung wisata ada juga kota pusaka di kawasan BAT dan sekitarnya. Kami juga menganggarkan wisata Taman Kalijaga Monyet. Ke depan mungkin ada kampung Arab dan China. Ini simbol keberagaman yang luar biasa menurut saya," ujar Eti.

Dia menyebutkan, selain Pemkot Cirebon, Pemprov Jabar juga sudah menyiapkan anggaran yang orientasinya kepada daya tarik wisata. Namun, anggaran tersebut tidak mudah dicairkan, butuh proses dan melewati berbagai tahapan.

"Jadi pelan-pelan saja karena ketika menghargai proses maka hasilnya akan memuaskan," kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Lanjutkan Membaca ↓