Kaleidoskop Batam 2019, Mobil Terbang Selebgram Hingga Siswa Enggan Hormat Bendera

Oleh Ajang Nurdin pada 15 Des 2019, 00:04 WIB
Diperbarui 15 Des 2019, 00:04 WIB
Pantai Nongsa menghitam tercemar Minyak hitam dari kapal tanker (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Liputan6.com, Batam - Beragam peristiwa terjadi di Batam, kepulauan Riau sepanjang 2019. Ada kisah pilu, mencekam, ada pula yang bikin geregetan.

Pertama adalah peristiwa pencemaran Pantai Nongsa yang diduga disebabkan oleh pembuangan limbah Sludge Oil. Akibatnya, laut menghitam dan sektor pariwisata lumpuh lantaran wisatawan enggan berkunjung ke pantai ini.

Selama beberapa waktu kabar mengenai Pantai Nongsa yang menghitam pun menghiasi surat kabar, baik cetak maupun elektonik. Media sosial juga tak kalah heboh dengan terus menerus mendukung pengusutan pencemaran ini.

Pada awal November, warga Batam kembali dihebohkan dengan berbedarnya sebuah video CCTV yang menangkap insiden mengerikan. Sebuah kecelakaan yang diduga melibatkan Selebgram Batam terjadi di depan Hotel Zest, Kawasan Harbour Bay, Batu Ampar, Batam.

Sebuah mobil warna hitam, jenis Nissan Juke RX 2013 menabrak seorang perempuan yang tengah olahraga jogging. Rekaman kamera itu diawali seorang perempuan yang tengah jogging santai.

Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul melaju kencang tak terkendali. Mobil itu terbang melompati median jalan. Wanita yang sedang jogging itupun langsung terhempas tak bergerak.

Tragedi penyekapan seorang ibu muda bersama dua anaknya pada penghujung 2019 juga cukup menyedot perhatian publik. Diduga penagih utang geram lantaran si ibu kerap terus menunggak dan ada indikasi menghindari sang penagih.

Kabar tak kalah seru adalah cerita sejumlah pelajar di Batam yang enggan hormat bendera. Diduga, para pelajar itu terpapar ajaran sesat Yehua.

Berikut berita-berita terheboh Batam 2019:

2 dari 5 halaman

1. Pantai Nongsa Menghitam, Limbah dari Tanker Asing?

Pantai Nongsa
Petugas mengambil contoh limbah minyak yang mencemari Pantai Nongsa. (foto: Liputan6.com / ajang nurdin)

Air laut Pantai Nongsa menghitam. Diduga pembuangan limbah Sludge Oil menjadi penyebabnya.

Menurut Ahmad, pengelola Resort Turi Beach, kejadian ini sudah terjadi tahun sebelumnya. Diduga pembuangan tidak langsung ke pantai namun di tengah laut.

"Jam empat sore sudah mulai kelihatan minyak berdatangan. Biasanya terjadi antara Januari sampai April. Efek tahun lalu masih ada, pasirnya jadi cokelat, sekarang ada lagi," kata Ahmad, Rabu, 10 April 2019.

Atas peristiwa itu, pengelola resort sudah melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup. Mendapat laporan, DLH kota Batam langsung bergerak, bersama-sama pengelola resort mencoba membersihkan limbah itu.

Ia menambahkam pada 2018, wisatawan banyak yang membatalkan bermain jet ski dan pihaknya mendapat komplain dari banyak tamu. Kondisi itu diperburuk ..... Selengkapnya

 

3 dari 5 halaman

2. Kecelakaan Ngeri, Wanita Jogging Disambar 'Mobil Terbang' Selebgram

Mobil Selegram yang menghantam pejalan kaki. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)
Mobil Selegram yang menghantam pejalan kaki. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Sebuah kecelakaan mengerikan tertangkap kamera CCTV. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial. Kejadian itu dikabarkan terjadi di depan Hotel Zest, Kawasan Harbour Bay, Batu Ampar pada, Sabtu (2/11/2019).

Sebuah mobil warna hitam, jenis Nissan Juke RX 2013 menabrak seorang perempuan yang tengah olahraga jogging. Rekaman kamera itu diawali seorang perempuan yang tengah jogging santai. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul melaju kencang tak terkendali.Mobil itu terbang melompati median jalan. Wanita yang sedang jogging itupun langsung terhempas tak bergerak.

Sementara mobil warna hitam itu terus melaju dan baru berhenti setelah menabrak pohon di pinggir jalan sebelahnya. Mobil itu dan dua orang wanita keluar dari mobil tersebut.

Cukup lama wanita yang terlibat kecelakaan mengerikan itu diam tak bergerak. Tak ada yang berani menolong, termasuk dua penumpang mobil hitam itu yang turun dan hanya menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Hingga akhirnya sebuah mobil putih berhenti, wanita yang tertabrak itu diangkat.... Selengkapnya.

 

4 dari 5 halaman

3. Terpapar Ajaran Yehuwa, Pelajar di Batam Tolak Hormat ke Bendera Merah Putih

Kadisdik Batam Hendri Aluran. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)
Kadisdik Batam Hendri Aluran. (Foto: Liputan6.com/Ajang Nurdin)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Aluran menyebut, dua siswa SMP 21 Negeri yang tidak mau memberi hormat kepada bendera merah putih diduga terpapar aliran ajaran Yehuwa.

"Kami tak permasalahkan keyakinan, persoalan pada mereka tertanam kurangnya sikap nasionalisme, kalau dibiarkan menular ke siswa lainya," kata Hendri kepada Liputan6.com, di Kantor DPRD Batam, Rabu (27/11/2019).

Atas dasar itu Hendri memberikan skorsing salama satu tahun, bahkan dirinya menyarankan kepada orangtua wali murid untuk memindahkan anaknya ke sekolah nonformal.

Menurut Hendri, kedua siswa tersebut terpengaruh paham menyimpang di lingkungan keluarga, sehingga terbawa ke lingkungan sekolah, dengan bersikap tidak mau menyanyikan Indonesia Raya dan memberi hormat pada merah putih.

Kepala Sekolah SMP Negeri 21, Batu Aji Poniman Sardi mengatakan, sebelumnya pihak sekolah sudah melakukan pembinaan kepada kedua murid itu dan juga melakukan pemanggilan kepada orangtua murid untuk dimintai keterangan.

Orangtua mengakui anaknya tidak mau memberi hormat ke bendera merah putih lantaran bersikukuh dengan keyakinan yang dipegangnya.... Selengkapnya:

 

 

5 dari 5 halaman

4. Utang Rentenir Berbuntut Penyekapan Ibu dan 2 Anaknya di Batam

Ilustrasi - Borgol. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ilustrasi - Borgol. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Sepertinya tak ada siapapun tak akan berutang jika tak butuh. Pun dengan Elis Widyati, warga Perum Buana Vista Indah 3 Blok B Nomor 66 Kecamatan Batam Kota, Kota Batam yang belakangan disekap gara-gara utangnya itu.

Ironisnya, yang menjadi korban penyekapan itu tak hanya Elis. Dia bersama dua anaknya disekap di dalam rumahnya sendiri lantaran terlilit utang rentenir.

Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan, korban mulai meminjam duit dari koperasi pada Agustus 2019. Lantaran terus dikejar, akhirnya ia meminjam ke banyak koperasi simpan pinjam.

Terhitung sejak Agustus itu, ia meminjam duit ke 15 koperasi berbeda, dengan nominal antara Rp500 ribu – Rp5 juta, dengan perjanjian angsuran antara Rp20 ribu hingga Rp200 ribu per hari.

Prasetyo bilang, korban meminjam ke banyak koperasi untuk menutup utang ke koperasi lain. Istilah mudahnya, gali lubang tutup lubang. Namun, akhirnya, Elis tak lagi mampu mengangsur... Selengkapnya

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓