Banjir Riau Telan Korban Jiwa, 2 Balita Tewas Terseret Arus

Oleh M Syukur pada 13 Des 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 15 Des 2019, 10:13 WIB
Banjir Rokan Hulu yang merendam jalan dan ratusan rumah warga sejak beberapa pekan lalu.

Liputan6.com, Pekanbaru - Sejumlah kabupaten di Riau terendam banjir karena luapan sungai akibat tingginya intensitas hujan. Dua balita menjadi korban karena terbawa arus sehingga nyawanya tak terselamatkan.

Salah satu korban ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Balita laki-laki bernama Irzan Putra Loka ditemukan tak bernyawa setelah terseret banjir di Dusun Kayu Batu, Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kamis pagi, 12 Desember 2019.

"Korban ditemukan di sawah terendam banjir di belakang rumah orang tua korban, jaraknya sekitar 10 meter. Ditemukan setelah dicari satu jam," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto, Kamis petang.

Sunarto menjelaskan, kejadian bermula ketika ibu korban, Neni Triana (23) memasak di dapur. Sang anak yang biasanya ikut menemani tidak ada.

Saat itu, Neni berpikir anaknya itu ikut ke warung bersama ayahnya. Neni bergegas menuju ke warung tapi tak melihat korban bersama suaminya. Keduanya lalu mencari sang anak bersama warga sekitar.

Satu jam dicari, apa yang tak diinginkan Neni terjadi. Masyarakat menemukan putranya terapung di sawah yang terendam banjir.

"Korban sempat dibawa ke dokter tapi tak terselamatkan jiwanya, korban sudah dimakamkan," kata Sunarto.

2 of 2

Terpeleset Saat Bermain

Banjir Rokan Hulu yang merendam jalan dan ratusan rumah warga sejak beberapa pekan lalu.
Banjir Rokan Hulu yang merendam jalan dan ratusan rumah warga sejak beberapa pekan lalu. (Liputan6.com/M Syukur)

Sebelumnya, seorang balita perempuan di Rokan Hulu juga ditemukan meninggal dunia terseret arus banjir. Korban bernama Citra Ayu Nurliana, warga Simpang Dusun Planduk, Kelurahan Kota Lama, Kunto Darussalam.

Sunarto menyebut korban berumur empat tahun. Korban ditemukan tak bernyawa pada Selasa, 10 Desember 2019.

Sunarto menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bersama orang tuanya, Asmida, berkunjung ke rumah kerabat yang masih satu desa. Keduanya berhenti di pinggir jalan melihat banjir.

Beberapa saat di sana, Asmida tak menyadari anaknya bermain air di sekitar aliran kanal yang meluap. Korban terpeleset dan terbawa derasnya arus kanal.

Orang tua korban telah berupaya menyelamatkan korban tapi tak berhasil. Masyarakat ikut mencari dan beberapa menit kemudian, korban ditemukan tersangkut di pepohonan perkebunan sawit.

"Sempat diberi pertolongan tapi korban tak selamat," sebut Sunarto.

Sebagai informasi, Rokan Hulu menjadi salah satu kabupaten yang terdampak banjir cukup parah. Dalam dua pekan terakhir, sejumlah desa di kabupaten yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat itu dilanda banjir hingga kedalaman lebih satu meter.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓