Ridwan Kamil Bangun Stasiun Penghubung Kereta Cepat di Depan Masjid Al Jabbar

Oleh Huyogo Simbolon pada 10 Des 2019, 21:00 WIB
Diperbarui 11 Des 2019, 16:13 WIB
Rapat stasiun kereta cepat

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, stasiun kereta api baru akan dibangun di dekat Masjid Al Jabbar, kawasan Gedebage, Kota Bandung. Stasiun baru itu akan mengoneksikan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung yang berakhir di Tegalluar, Kabupaten Bandung.

"Sudah diputuskan akan dibangun stasiun kereta api baru di depan Masjid Al Jabbar. Sehingga kawasan itu menjadi kawasan religi, olahraga, dan juga koneksi ke Tegalluar yang merupakan ujung dari stasiun kereta cepat," kata Ridwan Kamil usai rapat di Bandung, Senin (9/12/2019).

Rapat yang dihadiri Ridwan terkait rencana jalur kereta api Tegalluar, Cimekar, Laswi hingga Stasiun Bandung. Rapat tersebut juga turut dihadiri Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Kepala Dinas Perhubungan Jabar Hery Antasari.

Stasiun dekat Masjid Al Jabbar sendiri baru akan dibangun sebagai akses ke lokasi lainnya, yaitu Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Mengingat rel keretanya masih single track, akan dibuat menjadi double track. Stasiun baru ini akan dibangun dengan desain futuristik Ridwan Kamil.

Sedangkan, dari Stasiun Masjid Al Jabbar ke Tegalluar belum memiliki rel. Rencananya, akan dibangun rel double track langsung dengan cara elevated atau rel layang.

Pria yang akrab disapa Emil itu menjelaskan, masyarakat yang ingin bepergian dari Bandung ke Jakarta menggunakan kereta cepat bisa mengakses stasiun kereta api tersebut untuk menuju Stasiun Kereta Api Bandung di Jalan Kebon Kawung, Kota Bandung.

Nantinya, waktu tempuh yang dicapai dari Stasiun Tegalluar ke Stasiun Kereta Api Bandung diperkirakan selama 20 menit menggunakan LRT.

"Nanti dari kereta api cepat sampai ke stasiun Kebon Kawung sekitar 20-an menit sehingga warga yang mau ke Jakarta rutenya ke Kebon Kawung naik LRT menggunakan existing jalan kereta api ke Tegalluar baru 40 menit ke Jakarta sesuai jadwal," ujarnya.

Soal target proses pembangunan proyek tersebut, Emil berharap akan selesai pada 2021. "Target sesuai jadwal harusnya pertengahan 2021 semua yang dirapatkan hari ini bisa selesai. Pembangunan sekarang sudah mulai proses," katanya.

Adapun kereta api Tegalluar-Stasiun Bandung akan melayani empat stasiun yakni Stasiun Tegalluar, Laswi, Stasiun Al Jabbar dan Stasiun Bandung dengan jarak tempuh total sejauh 16,2 kilometer. Terdiri dari empat rangkaian, kapasitas angkut per hari bisa mencapai 16.000 penumpang dari dua arah.

2 of 2

Dikerjakan Konsorsium

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, pembangun proyek tersebut akan melibatkan konsorsium. Pihaknya juga akan mengajak BUMD Provinsi Jawa Barat untuk bergabung di konsorsium tersebut.

"Dikerjakan oleh konsorsium, bahkan kita akan mengundang supaya pihak pemerintah daerah Provinsi Jabar kalau mau chip in bareng, akan lebih baik," kata Edi.

Adapun nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek ini sendiri sebesar kurang lebih Rp4 triliun karena jalur kereta api yang dibangun sebagian merupakan layang atau elevated.

"Ini sedang dalam perhitungan tetapi kurang lebih Rp4 triliun. Karena itu, sebagian elevated tapi elevated-nya cuma dua kilometeran setelah semuanya landed," ucapnya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓