Cara Sehat Warga Bandung Menyemarakkan Hari Ibu Tanpa Sampah Plastik

Oleh Huyogo Simbolon pada 09 Des 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 14:00 WIB
Ridwan Kamil

Liputan6.com, Bandung - Suasana di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Minggu (8/12/2019), begitu ramai. Ribuan warga Bandung dan sekitarnya terlihat antusias mengikuti gelaran jalan sehat keluarga.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Mereka kompak mengikuti kegiatan bersama istri masing-masing.

Kegiatan diawali pemanasan dengan menari Sajojo bersama. Sebelum pelaksanaan gerak jalan santai dimulai, bendera start dikibarkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Atalia Praratya Kamil bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat dan Ketua Persit Kartika Candra Kirana Daerah III.

Setelah para peserta jalan sehat keluarga sampai diĀ garis finis, dilaksanakan goyang Maumere, Poco Poco, dan Sekoci Jawa Barat.

Ridwan Kamil mengatakan, peringatan Hari Ibu di pusat dipimpin oleh ibu negara, Iriana Jokowi. Sedangkan, di daerah dipimpin oleh para istri gubernur.

Pria yang akrab disapa Emil itu juga mengatakan bahwa peringatan Hari Ibu adalah momen memperkuat semangat nilai-nilai kebersamaan keluarga. Dia pun berharap kekompakan yang dijalin para unsur pimpinan pada gelaran ini terus dijaga sehingga hadir situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat.

"Ada kegembiraan, ada kebahagiaan, dan menguatkan nilai-nilai kekeluargaan," katanya.

Sementara itu, Atalia menuturkan bahwa nilai-nilai kebersamaan ikut memupuk ketahanan keluarga. Keluarga yang kuat pun dimulai dari kehadiran para ibu yang kuat, sehat, dan cerdas.

"Hari ini luar biasa, pemerintah secara nasional melaksanakan kegiatan jalan sehat. 34 provinsi semuanya melakukan gerakan bersamaan. Tentu saja ini membuat kami semua merasa kompak, merasa kebersamaan itu hadir," ujarnya.

Pada rangkaian perayaan Hari Ibu di Jabar kali ini, ada momen lain yang turut menunjukkan cinta lingkungan. Para peserta mengonsumsi kukuluban alias rebus-rebusan kacang, ubi, pisang, dan lain- lain, yang disajikan dengan besek anyaman bambu.

Selain itu, mereka pun diwajibkan membawa botol air minum milik sendiri dan bisa mengisinya dengan air minum yang disediakan oleh panitia.

"Kami, TP PKK sepakat meminimalisir sampah plastik. Dan Jawa Barat mengemukakan hal tersebut dalam bentuk nyata, seperti kami mempersiapkan snack dengan besek, dan makanannya pun sehat kukuluban khas budaya masyarakat Jabar," kata Atalia.

Simak video pilihan di bawah ini: