Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Bangunan di Ngawi, Seorang Warga Jadi Korban

Oleh Liputan6.com pada 25 Nov 2019, 13:00 WIB
Diperbarui 27 Nov 2019, 12:13 WIB
Ilustrasi Puting Beliung

Liputan6.com, Ngawi - Hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Minggu (24/11) telah merusak sejumlah bangunan dan menumbangkan pohon-pohon di wilayah setempat hingga melukai seorang warga.

Data BPBD Kabupaten Ngawi mencatat, sejumlah bangunan yang rusak akibat tersapu puting beliung meliputi atap gedung Mapolres Ngawi dan kantor Setdakab Ngawi. Beberapa kendaraan yang terparkir di sejumlah jalan protokol juga ringsek ditimpa pohon yang tumbang di kawasan tersebut.

Angin puting beliung yang terjadi pada Minggu petang itu juga merobohkan menara Radio Bahana FM Ngawi hingga menimpa dua rumah warga di Jalan Trunojoyo. Selain itu, angin kencang juga memporak-porandakan lapak pedagang kaki lima (PKL) dan menumbangkan pohon di kawasan Alun-Alun Merdeka Ngawi. Seorang warga pemilik warung PKL terluka akibat tertimpa pohon tumbang.

"Petugas BPBD dibantu tim reaksi cepat masih melakukan pendataan kerusakan. Ada seorang warga yang terluka," ujar Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Alfian Wihaji Yudono kepada wartawan, Senin (25/11/2019), dilansir Antara.

Adapun korban luka adalah Sunarno (60) warga Desa Seloputo, Kecamatan Pitu, Ngawi. Ia mengalami luka patah tulang di bagian paha dan tangan akibat tertimpa pohon tumbang yang mengenai warungnya.

Oleh petugas dan warga, korban langsung dievakuasi ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Widodo Ngawi guna mendapatkan perawatan medis.

Alfian Wihaji mengatakan proses evakuasi dan pembersihan batang pohon tumbang yang melintang di sejumlah jalan protokol sebagian telah dilakukan sampai Minggu malam.

Namun, evakuasi dan pembersihan secara menyeluruh baru akan dilakukan pada Senin ini karena kondisi hari yang telah gelap dan hujan deras yang mengguyur wilayah Ngawi hingga Minggu malam.

Pihaknya mengimbau warga untuk mewaspadai hujan deras disertai angin kencang yang rawan terjadi saat awal musim hujan di Kabupaten Ngawi. Hingga kini, tim reaksi cepat dari BPBD setempat masih melakukan pendataan dan pemantauan di daerah terdampak.

 

Simak video pilihan berikut ini: