Operasi Senyap Densus 88 Menangkap Terduga Teroris di Cilacap

Oleh Muhamad RidloLiputan6.com pada 17 Nov 2019, 21:55 WIB
Diperbarui 17 Nov 2019, 21:55 WIB
Ilustrasi – Polisi berjaga usai penangkapan terduga teroris di Karanglewas, Banyumas. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Polisi berjaga usai penangkapan terduga teroris di Karanglewas, Banyumas. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial SY (30) di Dusun Tritih, Desa Danasri Lor, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu.

Informasi yang dihimpun, penangkapan tersebut dilakukan oleh petugas Densus 88 Antiteror sekitar pukul 08.00 WIB di rumah SY, Dusun Tritih RT 01 RW 05, Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Cilacap.

"Kemungkinan ditangkapnya sekitar pukul 08.00 WIB, soalnya saya didatangi petugas untuk menyaksikan penggeledahan di rumah, terduga teroris, SY sekitar pukul 09.00 WIB. Saat saya datang, SY sudah ditangkap," kata Ketua RT 01 RW 05 Mubasir saat ditemui di rumahnya, Minggu petang.

Dalam penggeledahan tersebut, kata dia, petugas mengambil dua unit laptop, berbagai buku, sejumlah telepon seluler, dan beberapa flashdisk.

Dia mengatakan, salah seorang petugas berpakaian preman sempat menunjukkan surat perintah penangkapan SY kepadanya.

Tetapi, kata dia, surat penangkapan (terduga teroris) tersebut hanya ditunjukkan sepintas dan petugas itu sempat mengatakan jika SY ada kaitannya dengan rentetan peristiwa tahun 2013.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 3 halaman

Menantu ZZ

Ilustrasi – Pemindahan napi teroris dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan, Mei 2018 . (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Pemindahan napi teroris dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan, Mei 2018 . (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

"Saya tidak sempat baca karena petugas langsung mengambil surat itu," katanya lagi, dikutip dari Antara.

Lebih lanjut, Mubasir mengatakan SY merupakan menantu dari terduga teroris ZZ yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada tahun 2009 di rumahnya, Desa Danasri Lor.

Menurut dia, SY menikah dengan KN yang merupakan putri sulung ZZ sekitar tahun 2015, setelah terpidana kasus terorisme itu bebas dari hukuman.

"Pak ZZ kalau enggak salah meninggal dunia sekitar tahun 2017," katanya pula.

Menurut dia, SY yang sehari-harinya bekerja sebagai juru pijat dan bekam jarang bergaul dengan masyarakat. "Meskipun jarang bergaul dengan warga sekitar, dia orangnya baik," katanya lagi.

Rumah SY tampak tertutup dan penghuninya yang terdiri ibu mertua SY, istri SY, serta kedua anaknya tidak terlihat keluar rumah.

Diketahui, mertua SY, yakni ZZ merupakan keponakan dari Bd yang ditangkap Densus 88 Antiteror di rumahnya, Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap pada tanggal 22 Juli 2009 atau selang satu bulan setelah penangkapan terhadap ZZ yang ditangkap pada tanggal 21 Juni 2009.

 

3 dari 3 halaman

Kondisi Terkini

Ilustrasi – Pemindahan napi teroris dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan, Mei 2018 . (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Pemindahan napi teroris dari Rutan Mako Brimob ke Lapas Nusakambangan, Mei 2018 . (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Selain Bd, dalam penangkapan di Desa Pasuruhan itu, Densus 88 Antiteror juga membawa putri Bd, yakni Rn yang diketahui sebagai istri dari gembong teroris Noordin M. Top.

Senyapnya operasi penangkapan teroris itu bahkan berlanjut hingga malam tiba. Kepolisian Resor Cilacap hingga sekitar pukul 21.00 WIB, belum memberikan keterangan resmi terkait penangkapan terduga teroris ini.

Tetapi, Kepala Subbagian Humas Polres Cilacap, AKP Sudarmaji tak membantah ada penangkapan ini. Namun, secara resmi ia belum mau mengkonfirmasi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 ini.

Namun begitu, dia menyatakan, keadaan Cilacap tetap kondusif, aman dan tidak ada masalah.

“Mungkin besok langsung dengan pimpinan. Kami belum diberi kewenangan memberikan keterangan untuk itu,” ucapnya saat dihubungi Liputan6.com, Minggu malam.

Sumber di kepolisian Cilacap, penangkapan terduga teroris tersebut memang dilakukan oleh Densus 88. “Ranah Densus 88, Mas, mohon maaf,” ucap sumber di kepolisian.

Lanjutkan Membaca ↓