Imbauan untuk Wong Boyolali, Awas Angin Kencang!

Oleh Liputan6dotcom pada 11 Nov 2019, 20:00 WIB
Diperbarui 11 Nov 2019, 23:15 WIB
Ilustrasi – hujan lebat disertai angin kencang rawan terjadi pada musim pancaroba. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Boyolali - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengimbau masyarakat waspadai setiap turun hujan yang disertai angin kencang di wilayah tersebut, ketika memasuki musim pancaroba.

"Kami meminta masyarakat terus waspada setiap hujan turun disertai angin kencang, dan tunda keluar rumah atau bepergian," kata Kepala pelaksana harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo di Boyolali, Senin (11/11/2019), dilansir Antara.

Sebagai langkah antisipasi adanya bencana alam angin kencang, kata dia, masyarakat diminta memangkas ranting pohon-pohon besar yang akar tidak kuat di sekeliling rumah. Hal itu untuk mengurangi beban pohon ketika diterjang angin kencang tidak rohoh.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Boyolali hingga kini terus melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon di sepanjang pinggir jalan protokol yang dianggap bisa membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, pihaknya juga imbau masyarakat waspadai bencana tanah longsor terutama daerah dataran tinggi Boyolali bagian Selatan. Terutama jalur Boyolali-Cepogo-Selo yang rawan longsor.

Bambang menyebutkan akibat bencana angin kencang sejumlah rumah milik warga di Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, rusak berat dan ringan, beberapa waktu lalu.

"Dari hasil pendataan akibat hujan disertai angin kencang di Desa Jerukan Boyolali bagian Utara itu, menyebabkan lima rumah warga roboh, pada Sabtu (9/11) petang," sebutnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali bersama warga setempat telah melakukan gotong royong membantu pembersihan puing-puing bangunan pada korban. Namun, kejadian itu, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Selain itu, TRC BPBD juga memberikan bantuan logistik kepada lokasi kejadian untuk membantu para korban rumah roboh. Pemerintah bersama warga kemudian akan melakukan pembangunan kembali rumah semi permanen milik para korban.

Bencana angin kencang itu, dia menambahkan, juga mengakibatkan belasan rumah warga lainnya rusak ringan karena genting berterbangan. Rumah warga yang kategori rusak ringan hanya mengalami kerusakan pada bagian atapnya atau gentinnya melorot.

"Bencana itu, rumah warga yang rata-rata terbuat dari kayu dan bambu tidak mampu menahan kuatnya terjangan angin, sehingga roboh," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓