Ma'ruf Amin Sebut Potensi Zakat Capai Rp230 Triliun Bisa Perbaiki Ekonomi Bangsa

Oleh Arie Nugraha pada 07 Nov 2019, 09:00 WIB
Ma'ruf Amin Dorong Penyaluran Zakat Berbasis Digital

Liputan6.com, Bandung - Konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 digelar selama tiga hari 5-7 November 2019. Acara ini diikuti lembaga dan organisasi pengelola zakat dari 30 negara. Dalam konferensi tersebut direncanakan perumusan optimalisasi zakat.

Menurut Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin, alasan zakat harus dioptimalkan karena jika dikelola dengan manajemen yang baik, zakat akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

"Tata kelola manajemen yang baik merupakan kunci utama dalam mendorong peningkatan upaya pengumpulan zakat. Potensi zakat Indonesia tergolong besar yakni dapat mencapai Rp230 triliun," kata Ma'ruf Amin di Crown Plaza Hotel, Bandung, Selasa, 5 November 2019.

Namun, sebut Wapres, zakat yang bisa dikelola di Indonesia baru senilai Rp8 triliun atau 3,5 persen dari potensi yang ada. Meski begitu, ucap Ma'ruf, pengumpulan zakat nasional sudah tumbuh 24 persen dalam kurun lima tahun.

Pertumbuhan yang positif tersebut, ungkap Ma'ruf, perlu terobosan lebih baik lagi karena masih jauh dari potensi zakat yang ada. Oleh karena itu, Ma’ruf menginstruksikan lembaga dan organisasi pengelola zakat untuk terus berupaya memperbaiki manajemen zakat.

"Misalnya, meningkatkan kesadaran masyarakat wajib zakat (muzaki) dengan berbagai terobosan. Apalagi di era digital 4.0, pengelolaan zakat dapat terintegrasi dengan sistem digital. Juga promosi bisa dengan event-event tertentu, agar pesan mengenai zakat sampai dengan baik ke masyarakat," ujar Wapres Ma'ruf Amin.

 

2 of 2

Dampak Besar Penyaluran Zakat

Ma'ruf Amin Dorong Penyaluran Zakat Berbasis Digital
Konferensi internasional World Zakat Forum (WZF) 2019 digelar selama tiga hari 5 - 7 November. (Liputan6.com/Arie Nugraha)

Pada intinya, Ma'ruf mengatakan, perlu adanya perbaikan tata kelola melalui penyempurnaan sistem manajemen, peningkatan kapasitas pengelola, serta sistem monitoring dan evaluasi yang baik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai saluran penggalangan zakat, seperti situs web, email, dan media sosial.

Tujuannya untuk meningkatkan optimalisasi zakat. Hal itu, sebut Uu, menjadi tantangan yang dihadapi lembaga amil zakat dalam penyebaran dan pengumpulan zakat.

"Di era digital adalah mencari jalan yang paling mendekatkan kepada kebutuhan para muzaki akan kecepatan dan ketepatan dalam membayar zakat. Apabila pengelolaan zakat optimal, angka kemiskinan di Jabar akan terus menurun," jelas Uu.

Sedangkan, Sekretaris Jenderal WZF Bambang Sudibyo mengatakan, forum internasional tersebut mengangkat tema Optimalisasi Peran Zakat Global lewat Teknologi Digital. Tema itu diangkat untuk mengoptimalkan penyaluran zakat menggunakan teknologi.

Tantangannya, ucap Bambang, adalah bagaimana dengan kemajuan teknologi ini bisa lebih meningkatkan percepatan pelayanan bagi para pengelola zakat. Bambang berharap, dengan adanya WZF 2019, dapat dirumuskan bagaimana manajemen zakat yang baik.

"Agar penyerapan zakat semakin besar, penyalurannya tersebar, kemiskinan di dunia dapat ditekan, dan berkontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan atau SDG’s," terang Bambang.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓