Petani Purwakarta Terima Alat Penggarap Lahan Kering

Oleh stella maris pada 05 Nov 2019, 18:38 WIB
Diperbarui 05 Nov 2019, 18:38 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Perbesar
Pemerintah memberi bantuan cultivator atau alat penggarap khusus lahan kering sebanyak 17 unit.

Liputan6.com, Jakarta Pemberian bantuan untuk peningkatan produktifitas pertanian di Kabupaten Purwakarta terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Berbagai inovasi pun dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas itu.

Mulai dari produktivitas jenis padi yang beberapa waktu lalu dilakukan pemerintah. Tujuannya tak lain untuk mencapai target agar Indonesia jadi lumbung pangan dunia pada 2045.

Berkaitan dengan hal tersebut, petani di Kabupaten Purwakarta mendapat angin segar. Melalui Dinas Pangan dan Pertanian setempat, pemerintah pusat memberi bantuan berupa Traktor sebanyak lima unit, Pompa Air sebanyak 15 unit, serta cultivator atau alat penggarap khusus lahan kering sebanyak 17 unit.

"Hari ini bantuan tersebut telah didistribusikan ke masing-masing kelompok tani," ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan, Selasa (29/10).

Agus menjelaskan, pada 2014 para petani melalui kelompoknya kerap mendapat bantuan alat pertanian. Hingga 2019 tercacat bantuan Ttraktor yang disebar mencapai 281 unit. Kemudian untuk pompa air, 238 unit, sedangkan alat cultivator mencapai 31 unit.

"Masing-masing kelompok mendapat satu unit," kata Agus.

Menurut Agus seluruh bantuan itu sengaja digelontorkan untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian para petani dalam memenuhi kecukupan pangan.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menambahkan, petani merupakan penggerak utama di sektor pertanian, sehingga, harus dimanjakan. Namun demikian, pihaknya berharap para petani bisa memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal, guna mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

"Kami berharap, bantuan ini bisa termanfaatkan dengan baik. Kami juga berharap, bantuan bisa turut mendorong supaya generasi muda bisa kembali tertarik di sektor pertanian," ujar Anne.

(*)