Kejutan Mengharukan untuk Umat Nasrani Kebumen di Jumat Berkah

Oleh Muhamad Ridlo pada 26 Okt 2019, 12:01 WIB
Diperbarui 26 Okt 2019, 12:01 WIB
Polisi Kebumen bersih-bersih lingkungan masjid dan gereja pada Jumat berkah. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo).
Perbesar
Polisi Kebumen bersih-bersih lingkungan masjid dan gereja pada Jumat berkah. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo).

Liputan6.com, Kebumen - Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dikenal dengan slogannya, ‘Beriman’. Pastinya tagline Kebumen ini punya hubungan khusus pula dengan julukan Kebumen lainnya, kota santri.

Kebumen memang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam pada masa silam. Pesantren-pesantren berusia ratusan tahun adalah jejak sejarah yang tak lekang oleh zaman.

Ada pula yang khas di Kebumen, toleransi dijunjung tinggi. Peradaban keagamaan yang tua membuat masyarakat Kebumen dewasa dalam hal keagamaan. Tak ada ceritanya konflik berlatar belakang agama di wilayah pesisir selatan Jawa ini.

Tentu saja, harmoni, keselarasan dan toleransi itu mesti dijaga. Dan itu, menjadi tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk kepolisian.

Soal toleransi, sekelumit cerita ini barangkali bisa menggambarkan betapa masyarakat di Kebumen sangat menunjung kebersamaan dan keberagaman. Perbedaan itu pasti, tinggal bagaimana penyikapannya.

Muslim meyakini bahwa Jumat adalah hari penuh keberkahan. Itu makanya, ada istilah Jumat berkah untuk menunjukkan betapa mulianya hari ini. Jumat adalah hari besar per pekan.

Biasanya, umat muslim membersihkan rumah ibadah pada Jumat pagi. Siang harinya, masjid akan digunakan untuk ibadah Jumat. Pun dengan personel Polres Kebumen yang tiap jumat terbiasa bekerja bakti membersihkan masjid dan lingkungan.

Tetapi, ada yang berbeda pada Jumat, 15 Oktober 2019. Selain membersihkan lingkungan masjid, personel Polres Kebumen juga membersihkan lingkungan rumah ibadah umat Nasrani, gereja. Ada pesan toleransi dalam kegiatan ini.

 

2 dari 2 halaman

Jumat Berkah

Polisi Kebumen bersih-bersih lingkungan masjid dan gereja pada Jumat berkah. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo).
Perbesar
Polisi Kebumen bersih-bersih lingkungan masjid dan gereja pada Jumat berkah. (Foto: Liputan6.com/Polres Kebumen/Muhamad Ridlo).

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan terlihat membaur dengan polisi lainnya. Tak beda dengan personel lain, Kapolres berbekal sapu lidi dan kemoceng. Ia turut menyapu dan membersihkan lingkungan dan dalam masjid.

Bersama personel Polres Kebumen, ia memunguti sampah, mengepel tempat wudhu hingga membersihkan pilar Masjid Agung Kebumen dan menyedot debu karpet masjid membantu takmir menyiapkan salat Jumat.

"Kegiatan ini kita gelar serentak di Kebumen. Kita niatkan ibadah, membersihkan Masjid sebelum pelaksanaan salat jumat. Kegiatan ini agar Polres Kebumen semakin dekat dengan masyarakat Kebumen," katanya, Jumat.

Selesai membersihkan Masjid Agung, Rudy lantas menuju gereja ST Yohanes Maria Vianney. Sama seperti di Masjid Agung, Kapolres juga turut bersih-bersih di lingkungan gereja.

Kapolres bilang, kerja bakti digelar mulai tingkat Polres hingga Polsek jajaran dalam waktu bersamaan. Bahwa polisi dekat dan mengayomi seluruh masyarakat tanpa memandang ras, suku, agama dan budayanya.

"Ini bentuk bakti sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini akan selalu ditingkatkan oleh Polres Kebumen setiap hari jumat," dia menjelaskan.

Pengurus Gereja ST Yohanes Maria Vianney, Romo Kriswarsito mengapresiasi apa yang dilakukan Polres Kebumen. Ia pun beterima kasih kepada personel yang mampu membersihkan area geraja, yang luar biasanya, hanya dalam hitungan menit.

Pasalnya, jumlah personel yang terlibat cukup banyak. Karenanya, pembersihan halaman hingga dalam gereja pun hanya butuh waktu yang amat singkat.

"Saya sangat bahagia dan senang sekali, tidak hanya bantuan fisik namun lebih ke hubungan dan kedekatan polres kebumen dengan para pengurus dan jamaah gereja," ucap Romo Kriswarsito.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓