Ramalan atau Pesan Santri? Prabowo Subianto Jadi Menhan

Oleh Muhamad Ridlo pada 24 Okt 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 24 Okt 2019, 09:00 WIB
Gus Fachrudin Ahmad Nawawi, Pengasuh Ponpes Al Hasani, Kebumen. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).

Liputan6.com, Kebumen - Sebulan atau dua bulan lalu barangkali tak ada yang mengira Prabowo Subianto bakal didapuk Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadi menteri pertahanan. Mereka adalah rival dalam Pilpres 2019, yang mungkin, menjadi pertarungan tersengit sepanjang sejarah Republik Indonesia.

Tetapi, jangan lupa pada 2016 silam, nun jauh dari hiruk pikuk politik, di Pesantren Tegalrejo, Magelang, seorang santri menyebut Prabowo adalah salah satu menteri Jokowi.

Kala itu, ia naik panggung dan menjawab pertanyaan Presiden Jokowi yang memintanya menyebut tiga menteri. Tiga jawaban santri ini salah, lantaran dua orang lain yang disebutnya menteri adalah Megawati dan Ahok.

Ia ditertawakan. Videonya pun viral berminggu-minggu dan beredar kencang di dunia maya beberapa waktu sesudahnya. Tetapi, tak sampai empat tahun kemudian, jawaban si santri yang keliru bahwa Prabowo Subianto adalah menteri menjadi kenyataan.

Mendadak, video yang usang dan dianggap lucu itu kembali viral. Banyak orang berpendapat bahwa ramalan si santri bahwa Prabowo akan menjadi menteri kabinet Jokowi terbukti.

Terlepas dari benar dan tidaknya bahwa itu ramalan, masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Kerja Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dinilai sebagai angin segar rekonsiliasi.

Harapannya, rekonsiliasi para petinggi itu akan diikuti oleh masyarakat yang sebelumnya terbelah menjadi dua kutub berseberangan pada Pilpres 2019. Usai pelantikan presiden-wakil presiden dan kabinet kerja, masyarakat pun diminta untuk bergembira menyongsong pemerintahan yang baru.

"Dalam pesta demokrasi, perbedaan itu biasa. Mari dukung pemerintah untuk indonesia yang lebih maju. Kami ucapkan selamat kepada Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," kata Gus Fachrudin Achmad Nawawi, ketua Pengurus Cabang Rabithoh Ma`ahid Islamiyah NU.

Dia mengajak masyarakat Kebumen saling berpelukan dan bergandengan tangan setelah sempat terpecah karena Pilpres 2019. Diketahui, Kebumen adalah salah satu medan terjadinya pertarungan sengit antara Jokowi dan Prabowo Subianto di Jawa Tengah. Dan kebumen, adalah salah satu wilayah leluhur Prabowo.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Pesan Bupati Santri

Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).
Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo).

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2019 , ia  berharap agar santri berkontribusi lebih besar terhadap bangsa ini. Kiprah santri tercatat sejak zaman perjuangan kemerdekaan hingga pascamerdeka.

Bahkan, pejabat-pejabat tinggi di Indonesia pun banyak yang berasal dari kalangan santri. Dan kini, Wapres berasal dari kalangan santri, KH Ma’ruf Amin.

"Pak Wapres beliau adalah santri. Mari warga masyarakat Kebumen untuk mondok di Pesantren. Santri bisa menjadi apa saja. Ilmu agama yang didapatkan di Ponpes, bisa dijadikan dasar dalam kehidupan sehari hari," kata Gus Fachrudin, yang juga pengasuh Ponpes Al Hasani, kebumen.

Santri banyak yang menjadi pegawai, TNI, Polri. Santri terbukti bersumbangsih terhadap kemajuan Indonesia. Dan di Kebumen yang dikenal dengan slogan ‘Beriman’, bupatinya pun berasal dari kalangan santri, KH Yazid Mahfudz.

Secara pribadi, Kiai Yazid mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden untuk masa jabatan periode 2019 sampai dengan 2024. Dia pun berharap agar kabinet kerja Jilid II ini lebih baik dan membuat Indonesia semakin maju.

Dia juga mengapresiasi penyelenggara pemilu mulai pusat hingga desa dan TPS yang telah mengantar Indonesia melalui pemilu nan melelahkan. Tak lupa pula, ia berterimakasih kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan jalannya pesta demokrasi hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang lantas disusul kabinet kerjanya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada TNI dan Polri yang telah mengamankan jalannya pilihan Legislatif dan pilihan Presiden di tahun 2019," ucap Kiai Yazid.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, meski pelantikan presiden dan wakil presiden dan susunan kabinet sudah diumumkan, kepolisian tak alpa menjaga kondisi Kebumen tetap kondusif. Bersama dengan aparat TNI, Satpol PP dan elemen lainnya, Polres Kebumen masih berpataroli bersama.

“Kami menggelar patroli bersama, kepada warga masyarakat, kami mengimbau untuk menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing. Mari kita wujudkan wilayah Kebumen yang kondusif," Rudy berpesan.

Lanjutkan Membaca ↓