Angin Kencang Monsun Obrak Abrik Banjarnegara

Oleh Muhamad Ridlo pada 22 Okt 2019, 02:00 WIB

Diperbarui 24 Okt 2019, 01:13 WIB

Sebuah mobil wisawatan yang hendak menuju Dieng, Jawa Tengah tertimpa pohon roboh yang diterjang angin Monsun Australia di Banjarnegara. (Foto: Liputan6.com/SRU RAPI BNA/Muhamad Ridlo).

Liputan6.com, Banjarnegara - Puluhan rumah, belasan gedung sekolah dan sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak akibat tiupan angin kencang, Senin (21/10/2019).

Angin kencang bertiup sejak Minggu malam (20/10/2019), namun dengan kecepatan yang tak terlalu tinggi. Akan tetapi, pada Senin pagi kecepatan angin meningkat dan menyebabkan kerusakan perumahan dan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum.

Bahkan, pada Senin pagi dilaporkan ada mobil wisatawan yang hendak menuju dieng ringsek parah akibat pertimpa pohon yang roboh akibat terjangan angin kencang.

“Nah ini, kan kita harus deteksi sejauh mana. SMA-nya juga ada Tadi saya menelpon Kepala Dinas Pendidikan, juga timnya sudah di sana,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rachman, Senin.

Dia mengungkapkan, salah satu desa yang terdampak paling parah adalah Desa Tlaga Abang. Saat ini tim lapangan BPBD tengah mendata kerusakan akibat angin kencang di Banjarnegara dan berapa jumlah desa yang terdampak.

Tim lapangan masih kesulitan untuk menginventarisir kerusakan yang terjadi. Pasalnya, tiupan angin kencang masih terjadi.

Tetapi, laporan sementara yang masuk, puluhan rumah warga juga terdampak terjangan angin kencang. Sementara ini, warga memilih berlindung di rumahnya masing-masing.

“Rumah penduduk rusak banyak sih. Cuma ini belum ada laporannya. Karena kondisi lapangan yang tadi masih belum memungkinkan. Orang masih belum berani keluar rumah,” dia menjelaskan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 of 2

Dampak Monsun Australia di Jawa Tengah

Rumah penduduk rusak akibat tiupan angin kencang Monsun Australia di Kecamatan Batur, Banjarnegara. (Foto: Liputan6.com/SRU RAPI BNA/Muhamad Ridlo).
Rumah penduduk rusak akibat tiupan angin kencang Monsun Australia di Kecamatan Batur, Banjarnegara. (Foto: Liputan6.com/SRU RAPI BNA/Muhamad Ridlo).

Arif mengemukakan, selain kerusakan gedung sekolah, permukiman dan fasilitas umum, tiupan angin kencang dilaporkan juga memicu kebakaran hutan di Pegunungan Dieng, Batur, dan Gunung Rogo Jembangan, Gumelem. Tiupan angin kencang juga merobohkan pepohonan yang menyebabkan terputusnya aliran listrik.

“Kebakaran itu salah satunya juga dipicu tiupan angin kencang,” dia mengungkapkan.

Analisa Stasiun Kilimatologi Semarang, angin kencang ini adalah dampak Monsun Australia. Dampaknya terjadi di beberapa wilayah di Jawa Tengah, seperti di Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh faktor regional, berupa tekanan tinggi di Australia Selatan, yakni 1.030 Mb dan mengakibatkan suplai energi massa udara yang besar menuju wilayah indonesia menuju wilayah tekanan rendah 1006 Mb di Laut Arab (sebelah Barat India).

Kecepatan angin juga dipengaruhui faktor lokal. Massa udara bertiup kuat dari arah timur ke tenggara melewati wilayah Jawa Tengah. Imbasnya, wilayah Jateng bagian selatan sampai Jawa Tengah bagian tengah diterpa angin sangat kencang.

Faktor lainnya adalah keberadaan lereng sampai puncak pegunungan Dieng, Gunung Sumbing,Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, dan Gunung Slamet. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap kecepatan angin tersebut.

Akibatnya, kecepatan angin di sisi selatan pegunungan tersebut lebih tinggi dibanding sisi utara dari sisi utara. Selain itu, jika massa udara dari arah timur-tenggara tersebut membawa cukup air maka akan berpotensi untuk membentu awan-awan hujan yang bersifat lokal.

Lanjutkan Membaca ↓