Pemkab Banyuwangi Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Presiden

Oleh stella maris pada 18 Okt 2019, 21:12 WIB
Diperbarui 18 Okt 2019, 22:17 WIB
Banyuwangi

Liputan6.com, Jakarta Pelantikan Presiden periode 2019-2024 tinggal menghitung hari. Pelantikan yang dijadwalkan dilaksanakan pada Minggu 20 Oktober 2019 itu, disambut baik oleh warga Banyuwangi. 

Ya, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi pun menggelar doa bersama, Jumat (18/10). 

"Kami berdoa bersama, semoga kepemimpinan nasional ke depan senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Negara aman dan damai serta rakyatnya semakin sejahtera," kata Sekretaris Daerah Pemkab Banyuwangi, Mudjiono saat doa bersama yang digelar Masjid Babusalam, Kantor Pemkab Banyuwangi.

Doa bersama yang diikuti oleh ratusan ASN dan sejumlah kepala dinas ini dilaksanakan seusai salat Jumat. Habib Abdurrahman didapuk memimpin doa yang diperuntukkan untuk kesejahteraan Indonesia dan Presiden Joko Widodo serta Wapres KH. Ma'ruf Amin tersebut.

Mudjiono berharap periode kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf berlangsung stabil hingga masa akhir jabatan. Menurut dia, dengan kepemimpinan nasional yang stabil, bisa berdampak positif untuk kemajuan daerah.

"Jika secara nasional berkembang baik, maka seluruh daerah termasuk Banyuwangi juga kecipratan kebaikannya," harapnya.

Mantan Kepala Dinas PU Banyuwangi tersebut mengatakan, di periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi, pemerintah pusat selalu mendukung penuh program-program yang digelar Banyuwangi.

Banyak program pusat yang dihelat di Banyuwangi. Pusat, lanjut dia, banyak melakukan percepatan-percepatan pembangunan di kabupaten paling timur Pulau Jawa itu.

Mudjiono mencontohkan, percepatan pembangunan infrastruktur di Alas Purwo Banyuwangi babyak didorong oleh pusat.

Tidak hanya Alas Purwo, banyak perecepatan-percepatan pembangunan di Banyuwangi yang merupakan program dari pemerintah pusat lainnya.

Misalnya saja, revitalisasi Pulau Merah, pembangunan infrastruktur kawasan Kawah Gunung Ijen, pembangunan pabrik kereta api terbesar di Asia Tenggara, dan program pemerintah pusat lainnya.

"Selama ini banyak dukungan dari pemerintah pusat untuk Banyuwangi. Semoga di periode selanjutnya pemerintah bisa lebih kuat dan berjalan lancar lagi dan memberikan dampak positif bagi Indonesia, utamanya bagi warga Banyuwangi," ujar Mudjiono.

 

(*)

Live Streaming

Powered by