Penjelasan PVMBG Soal Letusan Awan Panas Gunung Merapi

Oleh Huyogo Simbolon pada 15 Okt 2019, 19:00 WIB
Diperbarui 16 Okt 2019, 23:14 WIB
Kasbani

Liputan6.com, Bandung Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Kasbani memberikan penjelasan soal awan panas letusan Gunung Merapi, pada Senin (15/10/2019) sore kemarin. Dia memastikan status Gunung Merapi belum berubah, masih Waspada.

Kasbani menyimpulkan, Gunung Merapi terindikasi sedang mengalami erupsi secara efusif. Erupsi efusif ialah erupsi berupa lelehan lava melalui rekahan atau lubang kawah suatu gunungapi.

"Kondisi terkini setelah erupsi kemarin yang kita lihat sebagai awan panas letusan karena adanya tekanan gas, saat ini sudah seperti biasa lagi dan sekarang terjadi erupsi efusif. Erupsi yang membentuk kubah lava dan gugur serta membentuk awan panas guguran," kata Kasbani di Bandung, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, pada Senin (14/10/2019) pukul 16.31 WIB terjadi letusan awan panas di Gunung Merapi. Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi maksimal sekitar 3.000 meter dari puncak.

Kasbani menyebutkan, kondisi terkini Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas dan guguran.

"Dalam 12 jam terakhir ini terjadi dua kali awan panas guguran. Tapi jaraknya masih di dalam radius 3 kilometer, di luar itu masih aman," ujarnya.

Dia juga menyebut status Gunung Merapi tetap berada di Level II atau Waspada. Status ini sudah disandang Merapi sejak 21 Mei 2018.

"Kami harapkan masyarakat tetap tenang karena ini tidak ada peningkatan rekomendasi, tetap seperti sebelumnya masih level dua atau waspada dengan radius bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius itu masih aman dan masyarakat masih melakukan aktivitas seperti biasa," imbau Kasbani.

Sementara itu, terkait aktivitas vulkanik Merapi terhadap penerbangan PVMBG memastikan tidak terganggu.

"Penerbangan masih aman. Kemarin kita sempat Vona warna oranye untuk kesiapsiagaan karena tingginginya sudah mendekati 6.000an dan kebetulan ini arahnya ke barat daya di daerah Magelang, jadi di bandara tidak berpengaruh. Saat ini sudah tidak banyak abu," ucap Kasbani.

Meski berada dalam status Waspada sejak 21 Mei tahun lalu, Kasbani mengatakan, erupsi Gunung Merapi masih terbilang belum mengancam.

"Aktivitasnya sampai saat ini masih efusif dengan mengeluarkan magma tapi dengan laju rendah. Jadi kondisi kubah lava di atas masih sekitar 468.000 meter kubik," katanya.

Simak video pilihan di bawah ini:

Live Streaming

Powered by