Kisah Sukses Run for Bali, 'Kado' dari Letkol HTL untuk TNI

Oleh Dewi Divianta pada 11 Okt 2019, 07:00 WIB
Diperbarui 11 Okt 2019, 15:14 WIB
Dandim 1626/Bangli, Letkol HTL

Liputan6.com, Denpasar - Ajang ‘Run for Bali’, event lari sejauh 374 kilometer mengelilingi Pulau Bali pada 1-5 Oktober 2019 itu menjadi viral dan perbincangan hangat publik. Betapa tidak, baru pertama kali terjadi lari keliling Bali dengan jarak fantastis. 

Adalah Letkol Inf Himawan Teddy Laksono yang menggagas ide lari keliling Bali dengan tajuk Run for Bali itu. Letkol Inf Himawan Teddy Laksono sendiri merupakan Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli di Provinsi Bali.

Ia baru menjabat sekitar dua bulan sebagai pimpinan teritorial di kabupaten berhawa sejuk itu. Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu berkisah awal mula ide Run for Bali dicetuskannya.

“Pertama kali saya ditugaskan di Bangli saya merasa bahagia, karena Bali merupakan sentral pariwisata, sehingga Bali menjadi tolok ukur di mata dunia,” kata Letkol HTL membuka perbincangan dengan Liputan6.com saat ditemui di Denpasar, Rabu (9/10/2019).

“Dari situ saya melihat potensi TNI di Bali wajib memberikan citra positif bagi Indonesia. Sehingga, satu bulan saya di sini, saya berfikir apa yang saya bisa berikan kepada TNI, masyarakat Bali dan Indonesia. Apa yang saya bisa berikan kepada bangsa yang selama ini, karena bangsa selalu memberikan kepada saya. Kemudian saya berfikir, lalu muncul ide ini (Run for Bali),” tambah Letkol HTL.

Tak butuh waktu lama baginya merealisasikan ide kreatifnya tersebut. Ia bergerak cepat menyiapkan event monumental dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 TNI tersebut.

“Tiga hari saya temui pimpinan. Satu hari untuk mengurus administrasi, dua hari cek rute. Saya langsung buat agenda dan rencana. Itu pada tanggal 30 Agustus. Saya bahagia memiliki ide ini. Saya langsung ketik sendiri perubahan-perubahan dalam rencana kerja yang akan dipresentasikan kepada pimpinan di Korem dan Kodam,” tutur dia.

Pada 3 September 2019 pukul 15.00 Wita, Letkol HTL menghadap Komandan Korem 163/Wirasatya, Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi.

“Saya sampaikan ide ini, saya yakinkan beliau. Datanya, faktanya, atletnya saya bawa. Datanya pendukung seperti perencanaan materiil, personel, latihan, vitaminnya, sebelum dan setelah olahraga tensinya atlet seperti apa semua saya sampaikan. Dari situ pimpinan menganalisa dan yakin kalau event Run for Bali ini sudah siap,” papar dia.

Bukan tanpa alasan pula Letkol HTL memilih olahraga lari dengan jarak fantastis yang dipilihnyanuntuk disuguhkan pada HUT ke-74 TNI. Ketika dua hari menjabat sebagai Dandim 1626/Bangli, Letkol HTL dihampiri anggotanya yang merupakan Babinsa Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli, Serka I Dewa Gede Astawa.

 

2 dari 3 halaman

Dukung Program Pemerintah

Dandim 1626/Bangli, Letkol HTL
Dandim 1626/Bangli, Letkol HTL (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Kepadanya, Serka Dewa Astawa meminta izin untuk ikut kejuaraan Ultra Run sejauh 74 kilometer. Ia melihat potensi besar dari anggotanya. Ia ingin prestasi Serka Dewa Astawa dipersembahkan untuk mengharumkan nama Bali dan Indonesia.

“Dari situ saya melihat potensi besar dari anggota saya. Maka, ide Run for Bali kemudian saya gagas,” tuturnya.

Di sisi lain, olahraga lari dipilih lantarania berkomitmen mendukung penuh upaya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk memasyarakatkan dan membudayakan olahraga.

“Olahraga ini kan yang paling mudah untuk dilakukan, juga hemat, dalam arti kata bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja,” tutur dia.

Selain itu, Letkol HTL berkomitmen untuk mendukung program Presiden Joko Widodo dengan tagline ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’. Olahraga, Letkol HTL melanjutkan, merupakan salah satu pilar untuk menciptakan pribadi kuat secara jasmani dan rohani untuk menciptakan SDM Unggul.

“Saya juga mendengar bahwa Pemprov Bali sedang gencar mengampanyekan destinasi sport tourism. Sehingga tiga dasar ini yang saya pakai untuk melaksanakan event Run for Bali ini,” katanya.

3 dari 3 halaman

Gagas Ide Monumental Lainnya

Run for Bali
Dandim 1626/Bangli, Letkol HTL (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Ide monumental Letkol HTL disambut baik. Setelah perencanaan dan disetujui oleh Korem dan Kodam, ia mengaku perasaannya campur aduk.

“Ada perasaan senang, bahagia, gembira, tapi ada juga suatu dorongan untuk TNI. Event ini hadiah dari saya selaku Dandim, di mana prajurit saya punya potensi ini wajib sukses. Saya hanya berfikir kemungkinan berhasil  bukan sebaliknya. Karena, pengendalian pikiran itu penting. Tujuan itu berhasil dari pikiran positif juga. Sepanjang lari, di situ ada pura Dewa beribadah. Saya juga beribadah ke masjid. Kami sama-sama berdoa untuk kesuksesan acara ini,” tuturnya.

Pada akhirnya, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penuh kesuksesan Run for Bali. “Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada yang telah memberikan doa dan dukungan, karena tanpa mereka kami tak berarti apa-apa,” ucapnya.

Meski sukses dan menuai banyak pujian, Letkol HTL tak berpuas diri. Ke depan, ia tengah merancang event spektakuler lainnya.

“Selanjutnya, saya punya ide untuk menyiapkan event lari dari Bali menuju Jakarta atau dari Sabang sampai Marauke sejauh seribu kilometer. Tujuannya untuk mengenalkan Indonesia ke seluruh dunia."

Jadi sebetulnya. kata dia, target Run for Bali 374 kilometer dan yang direncanakan seribu kilometer semuanya untuk kepentingan Indonesia. "Kita ingin mengenalkan keramahtamahan Indonesia yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama,” tutur Letkol HTL.

Lanjutkan Membaca ↓