Jumraini Dibui, Ribuan Perawat di Gorontalo Turun ke Jalan

Oleh Andri Arnold pada 09 Okt 2019, 14:00 WIB
Unjuk Rasa Perawat di Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo - Ribuan mahasiswa keperawatan dan perawat di Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap rekannya, Jumraini, yang dibui atas dugaan kasus malapraktik. Jumraini merupakan perawat yang bertugas di Lampung Utara. 

Sejak Rabu pagi (9/10/2019), para pengunjuk rasa yang tergabung Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Gorontalo memulai aksinya dari Tugu Perlimaan Kota Gorontalo dan berlanjut ke DPRD Provinsi Gorontalo.

"Ini aksi solidaritas untuk membela perawat untuk teman kami yang ada di Lampung yang sedang tersandung kasus hukum," kata Ketua PPNI Provinsi Gorontalo Rhein R Djunaid.

Jumraini, menurut Rhein, hanya berniat membantu pasien, lalu dia dituduh melakukan malapraktik karena pasien tersebut meninggal. Kasus yang menimpa Jumraini membuat para perawat di Gorontalo terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas agar dia dibebaskan.

"Dengan keadaan yang sedang hamil dan menyusui, dia mendekam di dalam penjara hanya karena dituduh melakukan malapraktik," ungkap Rhein.

Lebih jauh ia mengharapkan, apa yang menimpa Jumraini tidak terjadi lagi di daerah lain, khususnya di Gorontalo. Rhein bahkan mengungkap sebelumnya ada perawat di Gorontalo yang mengalami hal yang sama namun tidak sempat terblow-up media.

"Ini menjadi momen untuk menyuarakan agar tidak ada lagi kriminalisasi terhadap perawat," katanya.

2 of 2

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓