Rahasia Perawatan Domba Aduan Seharga Ratusan Juta di Garut

Oleh Jayadi Supriadin pada 10 Okt 2019, 07:01 WIB
Adipati, berusia dua tahun, salah satu domba adu Garut nampak Gagah dengan tampilan tanduk besar dan kekar

Liputan6.com, Garut - Berbicara kebudayaan masyarakat Garut, Jawa Barat, nama dodol yang legit serta tangkas adu domba yang melegenda, adalah dua ikon kota yang sulit terpisahkan.

Keduanya seolah sudah menyatu dengan akar budaya masyarakat kota intan sejak lama hingga masa kini.

Khusus nomor dua, pamor seni budaya tangkas adu domba Garut, semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat pecinta domba.

Tak mengherankan, harga satu ekor domba Garut pun meningkat drastis hingga ratusan juta per ekor, saat domba menjadi juara. Lalu, bagaimana tradisi memelihara domba Garut sehingga bisa mendapat harga selangit itu?

"Ini Adipati, berusia dua tahun sudah ada yang nawar Rp20 juta," ujar Ega (23), salah seorang peternak domba tangkas Garut, dalam obrolan hangatnya dengan Liputan6.com di kawasan desa Wisata Ciburial, Rabu (9/10/2019) pagi.

Mendapat pengetahun mengurus domba dari sang ayah, meskipun terbilang muda, ia tampak begitu terampil melakukan pemeliharaan.

Tangannya gesit mencukur bulu domba agar terlihat bersih, sedangkan kedua kakinya digunakan untuk menahan beban tubuh kekar domba agar tidak berontak.

Mengenakan setelan kaos oblong hitam plus penutup kepala berkelir putih, sesekali tangannya mengelus kepala dan tubuh domba agar jinak, selama diberikan treatment itu. "Saya pelihara sejak kecil, jadi terbiasa dimanja," ujar dia sambil bercanda.

Tradisi memelihara domba Garut berharga ratusan juta bukan perkara baru bagi masyarakat. Selain menghasilkan profit yang menggiurkan, kebanggaan merawat dan menghasilkan domba juara menjadi motivasi berikutnya. "Kadang deg-degan juga saat domba kita tanding," ujar dia.

Tak jarang meskipun untuk sekadar hewan hobi, kandang domba pun megah, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. "Ini kandangnya pakai kayu jati, biar domba nyaman," Samsudin (39) menambahkan.

Domba Garut memang khas Indonesia, tumbuh dan berkembang di Kabupaten Garut. Domba jenis ini memiliki ciri berekor tebal, tanduk besar sebagai senjata utama, tampilan badan yang bersih, kekar dengan keempat kaki yang terilihat sehat dan kuat.

2 of 4

Pemeliharaan Eksklusif

Dengan telaten, domba adu muda Garut tengah mendapatkan perawatan optimal pengguntingan kuku domba dari peternak
Dengan telaten, domba adu muda Garut tengah mendapatkan perawatan optimal pengguntingan kuku domba dari peternak (Liputan6.com/Jayadi Supriyadin)

Pola peliharaan domba adu Garut milik peternak dilakukan dalam beberapa cara, mulai bagi hasil antara peternak dan pemilik, hingga pola gajian yang khusus diterima peternak dari pemilik domba Garut tersebut.

"Kalau harga dombanya sudah puluhan hingga ratusan juta biasanya digaji, tapi kalau dombanya masih muda biasanya bagi dua," Samsudin menerangkan.

Domba tersebut kemudian mendapatkan perawatan yang sempurna, untuk mendapatkan bobot tubuh dan penampilan yang ideal, sesuai dengan kelas domba yang akan dipertandingkan.  

"Jika bentuk badannya bagus panjang dan besar masuk kelas A, namun jika kurang paling masuk kelas B dan C," kata dia.

Untuk kelas C, domba memiliki bobot tubuh di kisaran 65 kilogram, kemudian kelas B antara 65,1 kilogram hingga 75,0 kilogram, sedangkan kelas A bobot 75,1 kilogram ke atas.

Selama dipelihara, domba bakal mendapatkan asupan makanan yang bergizi, mulai hijaun rumput, sayuran, ampas tahu, hingga vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh domba.

"Jangan lupakan juga berikan obat cacing agar tidak cacingan dan kurus," kata dia sambil bercanda.

Bahkan, khusus sebelum menghadapi kejuaraan, domba sengaja diberikan asupan khusus berbahan jamu kencur, untuk memacu ketangkasan domba saat berlaga. "Kita berikan telur, madu, dan susu agar domba fit," ujarnya.

Dengan asupan tersebut, domba Garut mampu menghasilkan bobot dan performance yang diharapkan.

Sedangkan untuk menjaga kondisi tubuh, sesekali domba sengaja diajak lari mengitari lapangan, dipijat, hingga berenang.

"Renang itu sangat bagus untuk menjaga fisik domba minimal sebulan sekali," ujarnya.

Tak ayal, dalam setiap laga yang dimainkan, aksi tangkas domba Garut, selalu menghasilkan adegan yang menegangkan sebagai tradisi hiburan rakyat. "Tidak asal besar saja, tapi diurus sedemikian rupa," ujarnya.

3 of 4

Rahasia Tanduk Besar

Prabu, domba paling depan dengan bulu dan tanduk hitam, nampak begitu kekar meyakinkan, sebagai contoh domba Garut berharga fantastis.
Prabu, domba paling depan dengan bulu dan tanduk hitam, nampak begitu kekar meyakinkan, sebagai contoh domba Garut berharga fantastis. (Liputan6.com/Jayadi Supriyadin)

Selain bentuk tubuh kekar berotot, salah satu faktor pelecut harga fantastis hewan herbivora tersebut adalah tampilan tanduknya yang besar dan kekar. "Itu menjadi nilai jual paling tinggi, sebab orang pertama kali melihat tanduknya," kata dia.

Bentuk tanduk besar dan kuat memang bukan kebetulan, tetapi hasil dari pemeliharaan yang baik peternak terhadap domba. "Ada istilah dibutrik di sekitar tandak saat domba masih kecil," kata dia.

Butrik adalah istilah lain dalam pemeliharaan domba adu Garut, agar menghasilkan tanduk besar nan kekar. "Tidak ada pemberian suplemen obat, hanya pola perawatan saja saat tanduk mulai tumbuh," kata dia.

Dalam praktiknya, domba adu kecil yang baru tumbuh tanduk, kata dia, mendapatkan perawatan di sekitar tempat tanduk muncul. "Sering-sering dicukur dan olesi dengan mentega agar tumbuh baik," kata dia.

Tidak ada rumus baku dalam pemeliharaan tanduk domba adu Garut, meskipun terdengar sepele, tetapi hasilnya sungguh mencengangkan.

"Saya juga tidak tahu kalau secara ilmiahnya, cuma biasanya di sini cukup diolesi mentega, ya sudah tidak ada yang lain," ujar dia.

Dengan pemeliharaan seperti itu, domba adu Garut yang dihasilkan peternak domba asal desa wisata Ciburial, kerap mendapatkan perhatian para pecinta domba ketangkasan. "Itu ciri khas kami sejak lama," ujar dia.

4 of 4

Harga Selangit

Berlukiskan gambar domba adu, kandang domba berbahan kayu jati milik peternak desa wisata Ciburial, nampak begitu gagah menjadi kandang domba adu Garut.
Berlukiskan gambar domba adu, kandang domba berbahan kayu jati milik peternak desa wisata Ciburial, nampak begitu gagah menjadi kandang domba adu Garut. (Liputan6.com/Jayadi Supriyadin_

Samsudin menambahkan, harga fantastis domba Garut memang bukan kebetulan belaka. Semakin seringnya domba juara di arena ketangkasan, harga jual domba menjadi melesat tajam.

"Itu si Prabu yang hitam, sudah ditawar Rp75 juta, namun kami belum berikan," kata dia.

Dalam beberapa laga ia kerap juara mulai hadiah kulkas, motor dan lainnya. "Semakin sering juara harga terus naik," ujarnya.

Saat ini, domba Garut paling mahal dibanderol Rp250 juta milik peternak asal Leles. "Lokasinya saya tidak tahu, tapi itu juara nasional," ujar dia.

Kondisi itu mampu melecut peternak lain, dalam menghasilkan domba yang berkualitas siap tanding di arena ketangkasan. "Kepuasan terbesar itu saat domba kita juara dan harganya meroket tajam," ujar dia bangga.

Deni Rinjani, salah seorang pengurus HPDKI Garut mengatakan, meroketnya harga domba Garut memang berkah tersendiri bagi peternak. Tak jarang saat domba peliharaannya menjadi juara, uang ratusan juta bisa langsung diraup setelah laga usai.

"Sebelum laga berlangsung, pemilik domba sudah mengamati domba mana saja yang dianggap cocok untuk dibeli," kata dia.

Saat uji ketangkasan domba Garut berlangsung, ratusan domba dari peternak atau kelompok tani ternak domba milik warga, terlihat berbaur. Mereka saling tukar informasi, hingga soal pemeliharaan domba yang baik.

"Meskipun caranya berbeda, tetapi hasilnya sama bagaimana agar domba menjadi kuat saat di arena laga," dia menandaskan.

 

 

Simak video piliihan berikut ini:   

Lanjutkan Membaca ↓