Pipa Pertamina Bocor di Cilacap, Begini Dampaknya ke Lingkungan

Oleh Muhamad Ridlo pada 09 Okt 2019, 09:00 WIB
Pipa Pertamina Bocor di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Trantib Kec. Wanareja/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Cilacap - Pipa Pertamina untuk penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Terminal BBM Lomanis Cilacap ke Bandung, Jawa Barat bocor di Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pipa diketahui bocor pada Minggu malam (6/10/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Kebocoran diduga akibat insiden terantuknya pipa BBM oleh alat berat yang tengah menggali dalam proyek pemasangan pipa pengganti.

"Pastinya dalam pengerjaan penggalian. Tapi kronologinya, kita belum tahu detailnya seperti apa," kata Kepala Seksi Trantib Kecamatan Wanareja, Sunarto, Selasa (8/10/2019).

Sumur dan tanaman warga langsung terdampak akibat tumpahan solar yang sempat menggenang di galian dan merembes ke wilayah sekitarnya. Tetapi, belum diketahui pasti berapa sumur yang terdampak dan tanaman warga yang mati akibat tumpahan solar dari pipa Pertamina bocor ini.

"Saya mau ketemu dengan Pak Kadus, sama Pak RT-nya. Kemarin kan belum lengkap berapa KK-nya berapa dan berapa jiwa yang terdampak. Kemarin kan baru sumur yang terdampak dan pohon-pohon," ucapnya.

Hari ini pihak kecamatan, Pemerintah Desa Tarisi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap, Pertamina, kepolisian, dan pelaksana proyek menginventarisasi keseluruhan dampak pipa Pertamina bocor ini.

Pipa Pertamina yang bocor tersebut merupakan pipa untuk pengiriman BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis Cilacap ke Bandung, Jawa Barat. Pipa tersebut rencananya akan diganti dengan yang baru lantaran sudah tua.

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

2 of 3

80 Ribu Liter Solar Tumpah dan Cemari Lingkungan

Penanganan tumpahan BBM jenis solar dari pipa Pertamia bocor di Tarisi, Wanareja, Cilacap. (Foto: Liputan6.com/ Trantib Kec. Wanareja/Muhamad Ridlo)
Penanganan tumpahan BBM jenis solar dari pipa Pertamia bocor di Tarisi, Wanareja, Cilacap. (Foto: Liputan6.com/ Trantib Kec. Wanareja/Muhamad Ridlo)

"Masih dalam penanganan sampai saat ini. Jadi, kubangan galian itu, sudah disedot, dan sekarang sudah surut, sudah asat lah. Pipa ditembel atau dilas, hari ini," dia menjelaskan.

Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan DLH Kabupaten Cilacap, Jamaludin memperkirakan sebanyak 80 ribu liter bahan bakar minyak (BMM) jenis solar tumpah dan mencemari lingkungan dalam insiden kebocoran pipa Pertamina ini.

Dampak pertama adalah tercemarnya tanah warga di titik bocor di RT 06/7 Desa Tarisi, Wanareja. Solar menyembur ke galian dan merembes ke area sekitarnya begitu bocor pada Minggu malam, sekitar pukul 23.30 WIB.

"Laporan tertulis belum, karena konsentrasi penanganan. Mungkin sekitar 80 ribu liter yang keluar. Hari kemarin dan hari ini disedot dan dibawa ke Cilacap," ucap Jamaludin.

Dampak kedua, rembesan solar juga akan berdampak pada sumur warga. Akibatnya, sementara ini warga di titik terdekat pipa bocor tak bisa memanfaatkan sumurnya.

Pada Senin dan Selasa ini, solar tumpahan sudah disedot bersih. Namun begitu, dipastikan solar yang sudah merembes masih tertinggal. Untuk mengantisipasi agar tak berdampak lebih luas, DLH memerintahkan agar tanah yang tercemar solar dikeduk dan diangkut ke pengolahan limbah B3 di Prasada Pamunah Limbah Industri (PPLI) Bogor.

Bekas galian kedukan bakal diganti dengnan tanah baru yang tak tercemar. Penyedotan air di sumur warga dan penanganannya juga terus dilakukan.

"Terkait dengan lingkungan, tentunya minyak sebanyak itu, pasti ada dampaknya. Kita sedang mendata,” dia menjelaskan.

 

3 of 3

Langkah Pertamina Atasi Kebocoran Pipa BBM

Petugas Pertamina memasang klem dan mengelas pipa pertamina bocor di Tarisi, Wanareja. (Foto: Liputan6.com/Pertamina/Muhamad Ridlo)
Petugas Pertamina memasang klem dan mengelas pipa pertamina bocor di Tarisi, Wanareja. (Foto: Liputan6.com/Pertamina/Muhamad Ridlo)

Pada Selasa, DLH Cilacap bersama Pertamina, pelaksana proyek, Pemerintah Kecamatan Wanareja, dan Pemdes Tarisi melakukan penelitian lapangan lanjutan untuk mengetahui dampak kebocoran pipa BBM ini.

Selanjutnya, akan dilakukan langkah-langkah untuk menangani pencemaran. Adapun radius pencemaran dan jumlah keluarga yang terdampak belum diketahui.

Senior Supervisor Communication & Relations MOR IV, Arya Yusa Dwicandra mengatakan Pertamina mengintensifkan penanganan dampak kebocoran Pipa CB-1 di dusun Sidadadi, Tarisi, Wanareja, Cilacap. Hal ini dilakukan agar dampak pencemaran yang ditimbulkan tak meluas.

Saat ini, Pertamina memprioritaskan penanganan yang dilakukan dalam tiga aspek, yaitu perbaikan pipa, penyedotan solar di area dan recovery lahan dan tanaman terdampak.

"Saat diketahui adanya kejadian di lapangan, petugas segera mematikan pompa dan menutup pipa agar dapat fokus untuk melakukan perbaikan pipa dan membersihkan sisa tumpahan minyak di sekitar area kebocoran,” kata Arya Yusa.

Pertamina juga menambah jumlah personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan dampak kebocoran.

Dia bilang, langkah ini dapat segera menghentikan aliran BBM pada pipa CB (Cilacap-Bandung)-1 yang pada saat itu sedang menyalurkan BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Bandung Group.

"Kami telah menggerakan 200 personel selama 24 jam untuk membersihkan dampak kebocoran dengan menurunkan Vacuum truk, Fire Jeep, Fire Truck, Mobil Tangki dan juga bekerjasama dengan Damkar, Polres, Dinas Lingkungan Hidup Cilacap dan kepala dusun setempat,” Yusa mengungkapkan.

Saat ini penyedotan minyak tumpahan sudah dalam tahap akhir. Selasa siang, Pertamina bersama Tim Hutama Karya akan melokalisir sisa-sisa tumpahan minyak di satu titik.

Mengenai penyebab kebocoran, menurut Arya Yusa, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pertamina telah berkoordinasi dengan Kepolisian Cilacap dan Dinas Lingkungan Kabupaten Cilacap terkait insiden ini.

Lanjutkan Membaca ↓