Awal Tahun Depan Kereta Api Jakarta Tembus ke Garut Kota

Oleh Jayadi Supriadin pada 05 Okt 2019, 03:00 WIB
Diperbarui 07 Okt 2019, 02:13 WIB
Rangkaian gerbong kereta inspeksi PT KAI langsung diserbu warga sekitar, saat pengecekan jalur di Stasiun Wanaraja, Garut, Jawa Barat

Liputan6.com, Garut - Setelah mati suri hampir empat dekade, kereta api jurusan Jakarta bakal mulai dibuka hingga stasiun utama Garut Kota, Garut, Jawa Barat, mulai awal tahun 2020.

Saat ini program reaktivasi kereta sudah mencapai 9,5 kilometer (km) dari 19,7 km tahap awal yang ditargetkan pemerintah.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, progres pengerjaan reaktivasi kereta api tahap awal dari Stasiun Cibatu hingga Garut Kota, sudah mencapai lebih separuh rute yang direncanakan.

"Kita berharap akhir tahun sudah mencapai Garut dan awal 2020 sudah bisa dijalankan untuk Jawa Barat," ujarnya saat uji coba rel kemarin.

Menggunakan tiga rangkaian garbong penumpang, ratusan penumpang yang berasal dari masyarakat sekitar stasiun Wanaraja, langsung menyemut di sekitar stasiun tempat pengujian rel jalur lawas tersebut berlangsung.

Mereka bahkan tak canggung berfoto dengan para masinis ganteng, sambil mendekati rangkaian gerbong kereta. Sesekali kalangan anak-anak dan emak-emak yang hadir, silih berganti menjajal rangkaian kereta api yang digunakan petinggi PT KAI tersebut.

"Bagimana rasanya naik kereta?" ujar Nugraha, salah seorang pemandu PT KAI di dalam gerbong kereta, yang disambut jawaban serentak "Enak, sejuuuuk," ujar puluhan penumpang yang duduk di sela-sela kursi empuk gerbong kereta. 

Menurut Edi, pemanfaatan jalur lawas kereta api, merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi kemacetan lalu lintas. "Karena memang kebutuhan kereta api sangat dibutuhkan karena gak ada macet," kata dia.

Selain itu, dalam proses pengerjaan reaktivasi jalur kereta selama empat bulan pertama, relatif berlangsung lancar tanpa hambatan. "Nanti orang Garut kalau ke Cibatu atau ke Bandung tinggal naik kereta api," kata dia.

Bahkan dalam uji coba trek rel yang baru yang dilalui, dua jembatan utama yakni Cikoang dan Citameng Sawah Lega yang menyambungkan wilayah Cibatu dan Wanaraja dengan lancar berhasil dilintasi. "Itu jembatan sama panjang, dan ternyata bisa lewat dengan baik," kata dia.

Untuk mendukung pengembangan kereta api ke depan, Lembaganya meminta pemerintah daerah diharapkan turut serta menyediakan moda transportasi pendukung. "Minimal pemda persiapkan angkutan dalam kota," kata dia.

 

 

 

 

2 of 3

Rute Awal

Puluhan anak-anak dan emak-emak, nampak antusias menikmati rangkaian gerbong kereta kelas eksekutif dalam pengecekan jalur reaktivasi di stasiun Wanaraja,Garut, Jawa Barat
Puluhan anak-anak dan emak-emak, nampak antusias menikmati rangkaian gerbong kereta kelas eksekutif dalam pengecekan jalur reaktivasi di stasiun Wanaraja,Garut, Jawa Barat (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Untuk tahap awal keberangkatan penumpang dari stasiun Garut, PT KAI bakal menawarkan dua kelas keberangkatan yakni ekonomi dan bisnis. "Kalau dibutuhkan nanti ada eksekutifnya juga," kata dia.

Sementara saat disinggung mengenai besaran tiket yang akan dijual, lembaganya belum bisa memberikan boboran harga untuk keberangkatan dari Garut tersebut. "Harga tiket belum dihitung kerana mempercepat kereta dulu," kata dia.

Melihat kesiapan infrastruktur jalur saat pengecekan, Edi optimis pelayanan jalur kereta api jurusan Garut bisa segera dinikmati dengan mudah oleh seluruh masyarakat kota Intan.

"Itu tahapan pertama dari Garut sampai Bandung dulu, tapi kalau dibutuhkan dari Garut ke Jakarta kita upayakan," ujar dia menjanjikan. 

Untuk tahap awal, rencannya rangkaian gerbong kereta yang akan digunakan dari dan menuju Stasiun Garut, berkapasitas minimal500 orang sekali angkut. "Untuk rangkaian gerbong barang belum kami pikirkan, sekarang fokus ke penumpang dulu," ujarnya.

Dengan semakin meningkatnya intensitas arus lalu lintas darat saat ini, optimalisasi penggunaan jalur kereta api, diklaim sangat membantu perjalanan masyarakat. "Karena memang tidak ada macet," ujar dia.

 

 

3 of 3

Optimalisasi Jalur Lawas

Dirut PT KAI Edi Sukmoro bersama jajaran direksi dan puluhan warga Garut saat melakukan pengecekan jalur di Stasiun Wanaraja
Dirut PT KAI Edi Sukmoro bersama jajaran direksi dan puluhan warga Garut saat melakukan pengecekan jalur di Stasiun Wanaraja (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Selain jalur Stasiun Cibatu – Garut kota yang segera rampung, lembaganya ujar dia terus berupaya merampungkan jalur lain dalam proses reaktivasi kereta api di wilayah Jawa Barat. "Kita sedang optimalisasi Bandung, Banjar, Pangandaran," kata dia.

Kemudian jalur Garut Kota -Bandung via Cibatu, termasuk kereta api jurusan Tanjung Sari Seumedang yang akan menghubungkan Bandung hingga Ciwidey. "Akan kita kejar secepatnya agar tidak terlalu lama," kata dia.

Untuk jalur Pangandaran, saat ini lembaganya ujar dia, tengah mengejar target pendataan penduduk di wilayah terdampak, termasuk pemetaan jalur lama yang akan kembali dihidupkan untuk jalur kereta.

"Ada jembatan diperiksa, ada juga empat terowongan yang sedang diperiksa karena terowongan jaman belanda," papar dia.

Upaya itu perlu dilakukan, untuk memastikan kelayakan jalur Banjar, Cijulang, Pangandaran, termasuk terowongan kereta api yang akan digunakan bagi perjalanan rangkaian garbing kereta. "Target secepatnya karena Pangandaran perlu dibantu angkutan massal," kata dia.

Selain sebagai kawasan wisata, potensi sumber daya alam terutama sektor kalautan yang cukup  tinggi di wilayah selatan Jawa Barat, harus diimbangi kesiapan infrastruktur kereta.

Dengan target itu ujar Edi, setelah jalur Garut seluruhnya beroperasi, penumpang bisa lebih leluasai menggunakan jalur kereta di wilayah selatan Jawa secara optimal. "Bisa juga nanti terkoneksi dari Garut ke Pangandaran," ujar dia.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by