Upaya Gubernur Edy Tangani Warga Sumut di Wamena

Oleh Reza Efendi pada 04 Okt 2019, 14:00 WIB
Diperbarui 04 Okt 2019, 14:00 WIB
Pertemuan membahas penanganan warga Sumut yang terdampak kerusuhan di Wamena, Papua
Perbesar
Pertemuan membahas tentang berbagai langkah yang akan dilakukan untuk penanganan warga Sumut yang ada di Papua,

Liputan6.com, Medan - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah, melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat membahas penanganan warga Sumut yang terjebak di kerusuhan Wamena.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan itu berbagai hal dibahas, antara lain pemberian bantuan kepada warga Sumut di Wamena, penggalangan dana, kemungkinan pemulangan, penampungan, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan para pengungsi.

Edy menyampaikan, untuk memastikan kondisi warga Sumut di Wamena, dan penanganan lebih lanjut, telah dibentuk tim khusus. Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, ditunjuk Edy sebagai ketua tim tersebut.

"Tim sudah ada yang berangkat ke Papua. Hari ini berangkat tim ke Jayapura untuk memastikan simpang siurnya berita. Ini perlu dipastikan untuk penanganan lebih lanjut," kata Edy kepada Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Setelah sampai di Papua, tim segera bekerja mengumpulkan informasi dan melakukan pendataan, antara lain tentang kondisi sebenarnya yang terjadi. Kondisi dan jumlah warga Sumut yang ada di sana, bantuan yang dibutuhkan, serta langkah-langkah penanganan yang mungkin dilakukan.

"Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Papua, guna mempercepat penganganan warga Sumut," sebut Edy.

Pemprov Sumut sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang harus dilakukan bagi warga Sumut di Wamena. Jika memang perlu dipulangkan, warga akan dipulangkan ke Sumut.

"Untuk segala kemungkinan sudah disiapkan. Perjalanan evakuasi adalah tanggung jawab gubernur," ujarnya.

Selanjutnya akan diadakan penggalangan dana untuk antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Mengenai bantuan yang akan diberikan, belum dipastikan hingga mendapatkan informasi yang pasti.

"Pakaian, makanan, dan (bantuan) lain-lain. Namanya eksodus, pasti perlulah itu, pakaian pasti dia bawa apa yang dipakai saja," ungkap Edy.

Hadir dalam pertemuan, Ketua Sumatera Berdoa J.A Ferdinandus, Kepala Cabang ACT Sumut Fadhli Septavianra, Wakil Ketua II FKUB Oemar Witaryo, Anggota FKUB Sotar Nasution, Akhmaluddin Syahputra, Pinandhita M Manoragen, dan Kahiruddin.

Kemudian tokoh masyarakat RE Nainggolan, Muhyan Tambusai dan Hasban Ritonga, akademisi Ichwan Azhari, Ketua Yayasan Medistra Lubuk Pakam Johannes Sembiring, Kepala Bakesbangpol Sumut Anthony Siahaan, Kabiro Umum dan Aset Setdaprov Sumut Achmad Fadly.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓