Merajut Kedamaian di Papua, Mulai Pagi Ini sampai Seterusnya

Oleh Liputan6.com pada 29 Sep 2019, 06:00 WIB

Diperbarui 29 Sep 2019, 09:16 WIB

Papua

Liputan6.com, Papua - Masyarakat Indonesia, khususnya warga Papua sudah rindu dengan kedamaian yang biasanya hadir bersamaan dengan bangunnya matahari. Harapan kedamaian di Papua pun menyeruak.

Pejabat Polda Papua mengatakan bahwa situasi di provinsi paling timur Indonesia itu berangsur kondusif pascakerusuhan di sejumlah daerah dalam sebulan terakhir ini.

"Situasi di Papua cukup kondusif, khususnya di Kota Jayapura dan kota-kota lainnya di Papua, meskipun kita ketahui beberapa hari yang lalu terjadi aksi pembakaran di Kabupaten Pegunungan Bintang dan terjadi penembakan di Ilaga, Kabupaten Puncak serta beberapa kasus lainnya," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal dalam dialog interaktif di Pro I RRI Jayapura, Kota Jayapura, Sabtu (28/9/2019).

Dialog interaktif yang dipandu oleh Lina Umasugi berdurasi kurang lebih sejam itu menghadirkan sejumlah nara sumber, di antaranya Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, Staf Ahli Pangdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Afrizal, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Waka Pendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi.

Namun, kata dia, sejumlah persoalan secara akumulatif dapat terkendali karena Polda Papua dibantu TNI mengetahui para pelaku dan telah diamankan.

"Saat ini sedang dilakukan penyidikan oleh polres setempat, baik Polres Pegunungan Bintang ataupun Polres Puncak, termasuk persoalan yang di Kota Jayapura," tuturnya dilansir Antara.

Ia mengaku perlu dijelaskan bahwa kemungkinan adanya isu-isu yang tersebar di media sosial dapat menimbulkan risiko terjadinya kekacauan di Kota Jayapura sehingga menimbukan kerugian, baik itu kerugian material atau pun yang mengancam nyawa seseorang.

"Untuk itu saya minta agar kita semua menjaga keamanan dan kedamaian, karena damai itu indah. Kita bisa hidup berdampingan dam nyaman dalam menjalani aktivitas baik dalam aktivitas kerja ataupun aktivitas kegiatan-kegiatan lainnya," ujar Kamal.

2 of 2

Penyebab Konflik

Merah Putih Raksasa Berkibar di Puncak Gunung Papua
Ilustrasi: Tim Rescue mitra Polda Jatim bersiap melakukan upacara pengibaran bendera Merah Putih di Gunung Batok, kawasan wisata gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu 16 Agustus. (Antara/Paramayuda)

Letkol Inf Dax Sianturi mengemukakan bahwa konflik di Papua penyebabnya ada beberapa hal di antaranya soal pembangunan, diskriminasi dan penyelesaian sejumlah kasus.

"Kami tentunya sangat mendukung agar pemerintah benar-benar mendengar segala permasalahan ini dan juga menyampaikan di sini, bahwa pada dasarnya menyelesaikan masalah itu tidak akan selesai apabila tidak dibangun dalam satu konstruksi pemikiran yang sama," ucapnya.

Karena dari awal, kata dia, tidak mempunyai satu konsep pemikiran yang sama, sehingga hal itu akan selalu bertentangan dan tidak akan menemui titik terang.

"Untuk menjelaskan masalah ini, harus dulu dalam satu konsepsi pemikiran dalam bingkai NKRI. Kita tidak ada hubungannya dengan pernyataan mengatakan bahwa kita gagal Indonesiakan Papua, tentunya ini harus didukung dengan studi atau kajian yang mendalam," katanya.

"Tidak bisa kita membangun narasi-narasi yang tanpa didukung data dan fakta, apabila kita mengeluarkan pernyataan sekarang ini dan tidak berdasarkan fakta di media sosial berarti kita menyebarkan hoaks," tegasnya.

Sementara itu, Kolonel Inf Afrizal mengatakan upaya pencegahan dalam suatu persoalan itu sesuai dengan undang-undang pemerintah yakni melibatkan para pemangku kepentingan seperti tokoh agama, tokoh adat dan juga melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial pada masyarakat sebelum terjadinya konflik.

"Jadi kami melaksanakan tugas atau membantu Kepolisian dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu ada tugas pokok TNI yang selalu melaksanakan karya bakti, komunikasi sosial dan kegiatan teritorial," kata Afrizal.

Sedangkan, Rustan Saru menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura tugas utamanya adalah membangun daerah.

"Membangun seluruh sektor di kota ini dari sisi pendidikan, sisi kesehatan dan lain sebagainya. Lalu, dari sisi pemberdayaan, bagaimana meningkatkan sisi sumber daya dari beberapa program-program yang ada, dan sisi pelayanan, itu untuk menciptakan situasi yang merata dan tidak ada diskriminasi di Kota Jayapura," imbuhnya.

Di Kota Jayapura, ungkap dia, terdapat berbagai macam suku, ras, dan agama, sehingga pemerintah daerah selalu membantun komunikasi untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama lewat komunikasi dengan para tokoh agama.

"Jika imannya sudah kuat maka hal-hal seperti kericuhan atau pun kekacauan tidak akan terjadi lagi karena sudah ada rasa saling menghargai dan saling memiliki serta saling menghormati. Pemerintah telah begitu banyak memberikan dan membangun fasilitas di Kota Jayapura," paparnya.

Oleh karena itu, mantan anggota DPRD Kota Jayapura itu mengajak agar semua pihak bisa bersinergi bersama pemerintah untuk membangun daerah, memajukan SDM sehingga terwujudnya visi dan misi Ibu Kota Provinsi Papua itu.

"Maka dari itu kita perlu sama-sama menyadari betapa beratnya kita membangun namun dalam sekejap kita hancurkan, pada intinya kita harus bisa mencintai negara ini dan Kota ini. Mari kita bergandengan tangan, bangun daerah yang kita cintai ini," ujar Rustan, mengajak.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓