Aksi Nekat Pelajar Serang Petugas Jaga di Gedung DPRD Medan

Oleh Reza Efendi pada 27 Sep 2019, 10:00 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 18:16 WIB
Pelajar serang petugas di Medan

Liputan6.com, Medan - Pihak kepolisian bubarkan paksa konvoi pelajar di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Konvoi dibubarkan karena para pelajar melakukan penyerangan terhadap petugas kepolisian yang sedang berjaga di depan Gedung DPRD Medan.

Pelajar gabungan dari beberapa SMA dan SMK di Kota Medan berkonvoi keliling sejumlah jalan protokol sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka berkendara melintasi Jalan Pengadilan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Lapangan Merdeka, dan Jalan Bukit Barisan.

Seterusnya mereka konvoi hingga ke kawasan Jalan Sisingamangaraja, kemudian balik menuju Jalan Pengadilan. Di persimpangan Jalan Kapten Maulana Lubis, mengarah ke DPRD Sumut, mereka diadang polisi.

Diduga tidak senang aksi konvoi mereka diadang polisi, pelajar yang diperkirakan berjumlah puluhan melakukan penyerangan kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga di depan Gedung DPRD Medan.

Mereka berupaya melarikan diri saat beberapa petugas polisi yang sedang memasang kawat berduri mengejar. Bukannya pergi, mereka berhenti di Jembatan Jalan Kapten Maulana Lubis. Tidak jauh dari Kantor Wali Kota Medan.

Mereka melempari petugas dengan batu. Petugas sempat mundur menghindari batu. Petugas lainnya kemudian datang dan langsung mengejar para pelajar yang anarkis.

Tembakan peringatan juga diletuskan oleh Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sonny Siregar untuk membubarkan konvoi. Mendengar suara tembakan, para pelajar kocar-kacir. Beberapa di antara mereka berhasil ditangkap karena ketinggalan rombongan.

"Mereka (pelajar) menyerang polisi menggunakan batu dan kayu. Petugas terpaksa melepaskan tembakan ke udara," kata Sony, Kamis (26/9/2019).

Petugas mengejar para pelajar hingga ke kawasan Lapangan Merdeka dan berhasil mengamankan lima orang. Identitasnya masih diperiksa. Dari lima orang yang diamankan, empat orang berstatus pelajar, dan seorang lagi sudah tamat.

"Awalnya lima pelajar yang kita amankan, dan terus bertambah. Motif mereka melakukan aksi anarkis berupa pelemparan ke petugas masih didalami," Sonny menerangkan.

Hingga kini petugas telah mengamankan 10 lebih pelajar yang terlibat penyerangan dan telah dibawa ke Markas Komando Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Kecamatan Medan Perjuangan. Petugas mengamankan mereka untuk didata.

 

Simak video pilihan berikut ini: