Polisi Sebut Aksi Ricuh Mahasiswa di Medan Ditunggangi DPO Kasus Terorisme

Oleh Reza Efendi pada 25 Sep 2019, 08:00 WIB
Diperbarui 27 Sep 2019, 06:13 WIB
Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto/Reza Efendi

Liputan6.com, Medan - Pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk menelusuri dalang di balik demo mahasiswa yang ricuh di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Jalan Imam Bonjol, Kota Medan.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan, pihaknya menemukan adanya keterlibatan seseorang yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus terorisme.

"Penelusuran tim, kegiatan penyampaian pendapat dari mahasiswa ditunggangi DPO kasus terorisme berinisial RSL," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, Selasa (24/9/2019).

Kapolda mengatakan, RSL sudah ditangkap dan kemungkinan akan dikirim ke Densus 88. Jenderal bintang dua ini menyebut, adanya keterlibatan dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan di luar penyampaian pendapat seperti ini harus diantisipasi.

"Dalam menyampaikan pendapat itu dijamin undang-undang. Hanya, saya minta hati-hati karena selalu ada potensi ditunggangi oleh pihak yang punya kepentingan, dan rawan disusupi. Sampaikanlah pendapat dengan cara santun," ucapnya.

Agus juga mengungkapkan, dari data yang diperoleh sekitar 53 orang diamankan dalam demo mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Sumut hingga berujung ricuh, termasuk RSL.

"Akan diperiksa, terkhusus RSL akan diperiksa lebih intensif," ungkapnya.

Kondisi di depan Gedung DPRD Sumut saat ini sudah kondusif. Arus lalu lintas yang sebelumnya ditutup di Jalan Imam Bonjol sudah bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Mahasiswa yang mencari perlindungan di Kantor Kodim 0201/BS satu per satu mulai kembali ke rumah masing-masing.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di depan Gedung DPRD Sumut terus memanas. Sejumlah kendaraan polisi dan kaca-kaca gedung anggota dewan rusak terkena lemparan batu.

Tidak hanya itu, dalam kericuhan terkait demo mahasiswa yang menolak berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) juga menyebabkan sejumlah awak media terluka akibat terkena lempar batu.

Seorang jurnalis yang terluka, Raden Arman mengatakan, sebelum terkena lemparan batu dari arah mahasiswa, dirinya sedang mengambil gambar aksi unjuk rasa. Raden mengalami luka pada kening sebelah kiri. Saat terkena lemparan batu, posisi Raden berada di barisan polisi.

"Saat saya lagi ambil gambar, tiba-tiba batu dari arah mahasiswa mengenai kening kiri saya. Tiba-tiba sudah berdarah dahi saya," kata jurnalis salah satu media lokal itu.

Terkait kondisi tersebut, Raden kemudian langsung dilarikan oleh petugas keamanan ke dalam Gedung DPRD Sumut yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, untuk mendapatkan pertolongan pertama.

 

Simak video pilihan berikut ini: