Potensi Hujan di Riau Bagus, Kabut Asap Kian Menipis

Oleh M Syukur pada 24 Sep 2019, 18:00 WIB
Diperbarui 26 Sep 2019, 07:14 WIB
Suasana di Pekanbaru diselimuti kabut asap tipis setelah diguyur hujan sejak petang hingga malam hari.

Liputan6.com, Pekanbaru - Guyuran hujan di sejumlah wilayah Riau mulai membuat kabut asap di Pekanbaru dan kabupaten lainnya menipis. Jarak pandang kian membaik karena air langit itu turun sejak Senin malam (23/9/2019) hingga Selasa dini hari (24/9/2019).

Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jarak pandang meski diselimuti kabut asap pada Selasa siang sudah 2500 meter. Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II juga mulai normal.

Menurut Prakirawan BMKG, Ahmad Agus Widodo, potensi hujan di Riau selama satu pekan mendatang cukup baik. Hanya saja sifatnya tidak menyeluruh atau lokal dengan intensitas ringan hingga sedang.

"Potensi terbaiknya hari ini dan besok, terutama pada sore hari hingga ke malam hari. Hujan disertai angin kencang," sebut Agus.

Meski curah hujan cukup bagus, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini terkait penurunan kualitas udara dan jarak pandang serta polusi udara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan.

"Namun secara umum dari pagi hingga malam hari serta dini hari, cuaca di Riau cerah hingga berawan, meskipun ada potensi turunnya jarak pandang akibat partikel kering seperti asap dan haze," jelas Agus.

Menurut Agus, kabut asap kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumatra Selatan masih berpotensi menyelimuti Riau. Pasalnya, arah angin dari kedua daerah itu bergerak ke arah tenggara dan berbatasan langsung dengan Riau.

Di Jambi dan Sumatera Selatan, titik panas indikator Karhutla masih mendominasi. Selasa pagi, satelit BMKG mendeteksi 112 titik panas di Jambi dan 135 titik panas di Sumatra Selatan.

Sementara untuk Riau, titik panas berkurang drastis dari hari sebelumnya karena disebabkan hujan. Jika sebelumnya di Riau ada ratusan titik panas, pada Selasa ada 39 titik panas yang tersebar di 5 kabupaten.

"Di Bengkalis itu ada 3 titik panas, Kepulauan Meranti 1 titik, Kota Dumai 6 titik, Rokan Hilir 19 titik dan Indragiri Hilir 10 titik," kata Agus.

Dari 39 titik panas itu, yang dipercaya sebagai titik api dan berpotensi menimbulkan kabut asap ada 27 titik. Level kepercayaan titik api ini berada di atas 70 persen.

"Titik api terpantau di Bengkalis 2 titik, Kota Dumai 4, Rokan Hilir 13 titik dan Indragiri Hilir 8 titik," sebut Agus.

2 of 2

Aktivitas Bandara Normal

Peta potensi hujan di berbagai wilayah Riau yang diprakirakan BMKG Pekanbaru.
Peta potensi hujan di berbagai wilayah Riau yang diprakirakan BMKG Pekanbaru. (Liputan6.com/Dok BMKG Pekanbaru/M Syukur)

Mulai menipisnya kabut asap membuat langit Pekanbaru "dibisingkan" lagi dengan aktivitas pesawat. Silih berganti pesawat datang dan pergi di Bandara SSK II Pekanbaru.

Menurut Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Pekanbaru, Yogi Prasetyo Suandi, jarak pandang di lintasan pacu pada pagi hari sempat berada pada 800 meter.

Angka tersebut, sebut Yogi, termasuk kategori aman bagi pesawat untuk take-off atau landing di lintasan pacu. Hal ini berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya di mana jarak pandang sampai 300 meter.

"Aktivitas penerbangan normal, tadi pagi itu ada 7 pesawat take off dan 1 landing. Semakin siang, makin banyak pesawat pergi dan datang," sebut Yogi.

Kabar terakhir, sebut Yogi, Officer In Charger Bandara Pekanbaru Hasnan melaporkan jarak pandang sudah 2500 meter.

"Mudah-mudahan tidak ada kendala lagi karena cuaca," imbuh Yogi.

Lanjutkan Membaca ↓