Setahun Tsunami Palu dan Motor Tua Pembawa Kenangan

Oleh Liputan6.com pada 24 Sep 2019, 06:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 21:13 WIB
Pandangan Udara Masjid Terapung Usai Diguncang Gempa dan Tsunami Palu

Liputan6.com, Palu - Sejumlah penyintas bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda sebagian wilayah Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 mendirikan tugu peringatan di Kota Palu.

Mereka membangun tugu peringatan secara swadaya di bahu ruas Jalan Trans Sulawesi di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, yang tahun lalu juga kena hantaman tsunami, dan menamainya Tugu Tragedi 28 September 2018.

"Tugu itu mulai dibangun kemarin (Minggu) dan selesai hari itu juga. Hanya dikerjakan satu hari saja," kata Samsuddin, salah seorang penyintas bencana tsunami Palu, di kawasan Tugu Tragedi 28 September 2018, Senin pagi (23/9/2019), dilansir Antara.

"Motor yang jadi ikon tugu itu milik salah satu korban bencana, biasa dipanggil Bobi," ia menambahkan.

Ia menuturkan, sepeda motor itu pada 28 September 2018 petang terseret tsunami yang menyapu dan meratakan tempat tinggal dan tempat usaha ribuan penyintas.

Tugu peringatan setinggi 2,5 meter itu menarik perhatian pengendara yang melintasi jalanan Kelurahan Mamboro, termasuk Muhammad.

"Setahu saya hanya di Kota Palu yang ada tugu untuk mengenang tragedi 28 September 2018 lalu itu. Di Kabupaten Sigi dan Donggala tidak ada," kata Muhammad, yang juga seorang penyintas.

"Padahal keberadaan ikon untuk mengenang bencana 28 September 2018 seperti tugu ini sangat penting agar menjadi peninggalan sejarah untuk generasi yang akan datang bahwa di daerahnya pernah terjadi bencana yang cukup dahsyat," ia menambahkan.

Keberadaan tugu peringatan semacam itu, menurut dia, juga bisa menarik wisatawan mengunjungi daerah-daerah yang tahun lalu kena dampak gempa besar, tsunami, dan likuefaksi termasuk Palu, Sigim dan Donggala.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Live Streaming

Powered by