Penyekatan Gagal, Kebakaran Melanda Kawasan Baturraden

Oleh Muhamad Ridlo pada 22 Sep 2019, 04:00 WIB
Diperbarui 22 Sep 2019, 04:00 WIB
Kebakaran Gunung Slamet merembet dari Kabupaten Brebes ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Perhutani/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kebakaran Gunung Slamet merembet dari Kabupaten Brebes ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Perhutani/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Kebakaran Gunung Slamet terus meluas seturut gagalnya penyekatan di kawasan Kaligua, perbatasan Kabupaten Banyumas - Brebes. Pada Sabtu, 21 September 2019, Api telah membakar kawasan Baturraden.

Api terus merembet ke arah timur sejak Kamis (19/9/2019). Sebelumnya, api masuk dari wilayah administratif Brebes ke Kabupaten Banyumas.

Tim pemantau Perhutani KPH Banyumas Timur memastikan titik asap telah mencapai wilayah kerja Banyumas Timur, administratif Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.

Lokasi kebakaran Gunung Slamet tepatnya di Petak 58D-10, Hutan Lindung Vegetasi Rimba Alam. Koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT.

"Luas terbakar belum teridentifikasi. Kerugian belum teridentifikasi," ucapnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Purwanto mengatakan sebenarnya petugas gabungan telah berupaya menyekat rembetan api dengan membuat sekat bakar alami.

Tetapi upaya pemadaman dengan pembuatan sekar bakar itu gagal. Rupanya, titik api yang membakar Gunung Slamet telah melampaui titik yang direncanakan untuk penyekatan.

"Tiupan anginnya kencang. Jadi sudah melewati titik yang tadinya direncanakan akan dibuat sekat bakar," ucap Ariono.

Usai pemadaman kebakaran Gunung Slamet dipastikan gagal, tim gabungan berupaya memadamkan api dengan peralatan yang ditemukan di lapangan (kondisional). Misalnya, dengan memukul-mukul titik api.

2 dari 2 halaman

Upaya Pemadaman Kebakaran Gunung Slamet

Kebakaran Gunung Slamet di ketinggian 3.000 mdpl. (Foto: Liputan6.com/BPBD Banyumas/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Kebakaran Gunung Slamet di ketinggian 3.000 mdpl. (Foto: Liputan6.com/BPBD Banyumas/Muhamad Ridlo)

Namun, kebakaran Gunung Slamet tak bisa dikendalikan. Material semak belukar kering semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Akhirnya, Pos Pemunduran di Kaligua dipindah ke Kalipagu, Baturraden dan area Kebun Raya Baturraden. Dari titik ini, diberangkatkan sekitar 200 orang, terdiri dari masyarakat setempat dan relawan gabungan lintas instansi.

"Kemarin sore sekitar pukul 4 sore diberangkatkan secara bertahap. Kemudian, pukul 10 malam juga diberangkatkan lagi relawan dari masyarakat setempat dan tim gabungan," dia menjelaskan.

Rencananya, hari ini akan dilakukan penggantian personel. Relawan akan diberangkatkan. Mereka bergantian untuk memantau, memadamkan dan membuat sekat bakar. "Upaya kita melokalisir api," dia menerangkan.

Kontur perbukitan dan jurang menyulitkan pemadaman ini. Terlebih, kawasan terbakar sangat kering dengan tiupan angin yang kencang.

Tiupan angin dan material mudah terbakar juga memicu kecepatan rembetan. Meski belum memperoleh data luasan lahan yang terbakar, namun dia memperkirakan api merembet lebih dari 10 kilometer selama tiga hari kebakaran.

Dia mengaku belum menerima laporan jenis vegetasi hutan yang terbakar. Namun, dia memastikan hingga saat ini lokasi kebakaran masih jauh dari permukiman penduduk.

"Saya kira masih aman. Karena jaraknya jauh ya. Kemudian ada juga jurang yang jadi sekat. Tiupan angin juga tidak (mengarah ke permukiman)," dia mengungkapkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓