Sensasi Pagi 'Karibia' di Utara Jepara

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 19 Sep 2019, 06:00 WIB
karimunjawa

Liputan6.com, Karimunjawa - Bagi traveller, pagi yang sempurna adalah ketika menyambut matahari terbit. Sekadar menikmati semburat jingga hingga berubah memutih, tentu tak sesederhana mengantre makan siang di resepsi pernikahan.

Perjuangan nyata untuk mendapatkan sinar matahari pertama adalah pengorbanan waktu istirahat. Apalagi udara pagi sering membuat tubuh menggigil.

Para pejuang pagi pemburu matahari terbit ini, ada baiknya mencoba menyapa pagi di Kepulauan Karimunjawa. Diawali dari memulai hari di sisi timur Karimunjawa .

Vega Viditama, seorang traveller asal Semarang yang menjadi pegiat wisata menyebutkan, menyambut pagi di Karimunjawa adalah memberi asupan energi bagi tubuh dan nutrisi bagi jiwa agar bersemangat.

"Menyusuri tiap sudut pantai berpasir putih, menjadi lengkap karena ditemani kawanan pohon kelapa yang tinggi," kata Vega.

Ada sebuah resort bernama Nirwana resort dengan bangunan resort yang hampir semuanya terbuat dari kayu. Di sekitar resort itu, penug track keren bagi penggemar gowes.

"Bayangkan saja, pagi hari bersepeda di jalur yang enak dan mata dimanjakan dengan laut biru di sebelah kiri dan perbukitan hijau di sisi kanan," katanya.

 

2 of 2

Gowes

karimunjawa
Bersepeda menjadi salah satu cara menikmati pagi dengan gerak perlahan. (foto: Liputan6.com / edhie prayitno ige)

Rute langka itu panjangnya bisa mencapai 12 km atau bahkan lebih bagi yang memang menggemari jelajah sepeda. Goweslah sepeda menuju pantai Ujung Gelam. Sebuah pantai yang sangat astaga.

Rute eksotis yang naik, turun, dan berkelok. Sepanjang perjalanan akan disapa kesiur angin pesisir. Jika sudah kesiangan, sinar matahari akan memberi kehangatan dan energi ekstra.

"Nggak terlalu jauh. Panjang track hanya sekitar enam kilometer. Namun itu sangat bisa ditempuh dalam waktu berjam-jam," kata Vega.

Sementara itu, Theresia, seorang traveller asal Jakarta menyebut bahwa mereka yang terbiasa hidup buru-buru, ada baiknya mencoba menikmati tiap jengkal kehidupan yang ada.

"Kita seakan menjalani setiap keakraban yang ada dalam waktu yang bergerak lambat. Sangat intim dan bahkan personal," kata Theresia.

Nyaris seluruh pantai yang ada berpasir putih dan membuat betah. (foto: Liputan6.com / vega viditama / edhie prayitno ige)

Pertemuan antara laut, pulau, dan langit begitu romantis. Aroma kesegaran menguar dari pepohonan di hutan bawah sebuah gunung. Aktivitas penduduk lokal dan membalas setiap sapa, membuat waktu seperti berhenti.

"Kalaupun bergerak menjadi sangat pelahan," katanya.

Bersepeda di Karimunjawa atau jalan pagi adalah therapi bagi jiwa dan raga. Jalanan tak padat, di setiap titik koordinat adalah spot menarik yang dapat dijadikan tempat beristirahat dan berfoto.

Jika ingin bersepeda atau jalan kaki di Karimunjawa, mulailah di pagi hari dan usahakan untuk pulang ke penginapan sebelum petang karena penerangan di sebagian besar ruas jalan masih minim. Bawalah minuman dan makanan yang cukup.

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓