Tabir Persoalan TPA Antang Terkuak Usai Kebakaran

Oleh Ahmad Yusran pada 17 Sep 2019, 15:00 WIB
Kebakaran TPA Antang Makassar

Liputan6.com, Makassar - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulsel, Minggu 15 September 2019 hingga kini masih menyisakan kabut asap.

Petugas pemadam kebakaran Kota Makassar bahkan masih berjaga di sekitar lokasi. Mengingat kemarau panjang, dan suhu udara yang begitu panas, tidak menutup kemungkinan kebakaran di area TPA Antang terjadi lagi.

Kepala Pemadam Kebakaran kota Makassar Taufiq Rahman menyatakan, pihaknya tetap waspada atas kejadian kebakaran di TPA Antang.

"Petugas damkar kami turunkan dengan kekuatan penuh. Mengingat sebelum dan sesudah kebakaran hebat di TPA Antang, karena masih ada sejumlah timbulan asap," katanya kepada Liputan6.com, Selasa (17/9/2019).

Sebelumnya, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi sudah turun langsung mengecek dan memastikan penanganan lokasi terbakarnya gunungan sampah di TPA Antang.

Ia mengajak semua pihak untuk menghadirkan solusi permanen agar kejadian serupa tak terulang kembali. Mengingat wilayah TPA Antang di Kecamatan Manggala, masuk dalam zona navigasi udara penerbangan pesawat domestik.

"Area ini (Antang) merupakan perlintasan pesawat arah Maros. Jangan sampai mengganggu lalulintas zona penerbangan," kata Surawahadi.

 

2 of 3

Perlu Solusi Permanen

Sementara itu, Wakil Gubenur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pengelolaan TPA Antang membutuhkan solusi permanen dan teknologi ramah lingkungan.

Terlebih dengan adanya data Pemkot Makassar yang menyatakan daya tampung TPA Antang hanya mampu bertahan hingga 2020 mendatang.

"TPA ini butuh solusi yang permanen. Kita dorong pemerintah kota untuk bersinergi bersama pemprov agar bisa sama-sama merumuskan solusi tersebut. Termasuk teknologi penanganan sampah yang ramah lingkungan," jelas Sudirman usai melakukan peninjauan di lokasi kebakaran TPA Antang.

Selain membagikan masker kepada masyarakat sekitar Kecamatan Manggala. Adik kandung Mentan (Menteri Pertanian) mengaku telah mengarahkan seluruh dinas terkait agar memberikan arahan pada petugas dan pengelola TPA.

"Sampah di kawasan ini bisa dipilah sebelum masuk ke TPA. Sehingga lahan yang dulunya merupakan lembah tersebut bisa tetap menampung sampah masyarakat yang setiap harinya mencapai hampir 1 ton per hari

Ia juga mengimbau, kepada Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) dan pengelola TPA agar mempertegas larangan merokok di area TPA.

Menurut Sudriman, meski kecil namun puntung rokok yang masih dalam keadaan menyala bisa menyebabkan kebakaran yang sulit terhindarkan.

"Kami juga akan melakukan sosialisasi keamanan dalam bekerja untuk petugas di TPA, misalnya dengan menggunakan masker, kaos tangan dan sepatu. Itu harus menjadi pola kebiasaan bagi pekerja dan terutama untuk kesehatan masyarakat yang bekerja di wilayah TPA Antang," katanya menambahkan.

3 of 3

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by