Perjuangan Bocah di Bali Kayuh Sampan 1,5 Jam ke Sekolah

Oleh Dewi Divianta pada 16 Sep 2019, 04:00 WIB
Siswa SD di Bangli pergi pulang sekolah naik sampan

Liputan6.com, Denpasar - Perawakannya gempal. Namun, gerakannya cukup lincah. Dia adalah I Gede Agus Wardika, bocah kelas IV SDN 1 Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Saban hari, bocah 9 tahun itu begitu bersemangat pergi ke sekolah. Namun, tak seperti anak-anak pada umumnya, Gede Agus yang punya nama alias Gede Kangin harus lebih pagi berangkat sekolah. Ya, setiap pagi ia bangun tidur sekitar pukul 05.00 Wita. Setengah jam mempersiapkan diri, pukul 05.30 Wita ia berangkat sekolah.

Bukan diantar menggunakan mobil mewah atau sepeda motor oleh orangtuanya. Gede Agus harus mengayuh sampan sendirian mengarungi Danau Batur yang cukup luas dan dalam. Maklum, Gede Agus berasal dari keluarga sederhana.

Orangtuanya tak punya kendaraan untuk mengantar Gede Agus ke sekolah. Alhasil, ia harus mengayuh sampan kayu dari desanya di Trunyan menuju sekolahnya.

Tragisnya, butuh waktu 1,5 jam bagi Gede Agus untuk sampai ke sekolahnya. Pulang pergi, ia membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Itu pun jika cuaca bersahabat.

Desa tempat Gede Agus tinggal memang berada di ujung Danau Batur. Ada jalan seukuran sekitar 2,5 meter. Itu pun berkelak kelok dengan rute yang cukup panjang. Di sebelah kanan tebing, sebelah kiri jurang curam langsung ke Danau Batur.

"Tidak capek. Yang penting bisa sekolah," kata Gede Agus kepada Liputan6.com, Minggu (15/9/2019). Yang membuat makin sedih, sampan yang digunakan Gede Agus bukan milik orangtuanya. "Sampannya dipinjemi sama tetangga," terang bocah mungil tersebut.

Meski melewati sungai yang luas sendirian, tak ada rasa takut dalam diri Gede Agus. Niatnya begitu gigih untuk menimba ilmu. "Gak takut, sudah biasa," katanya.

 

2 of 2

Bantuan dari Dandim Bangli

Siswa SD di Bangli pergi pulang sekolah naik sampan
Siswa SD di Bangli pergi pulang sekolah naik sampan (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Perjuangan gigih Gede Agus memantik kepedulian sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Kodim 1626/Bangli. Komandan Kodim 1626 Bangli, Letkol Himawan Teddy Laksono turun langsung memberi bantuan.

Pada pertemuan yang dilangsungkan di Balai Banjar Desa Trunyan itu, Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu menyerahkan bantuan kepada Gede Agus. "Kedatangan saya untuk memberikan bantuan kepada I Gede Agus Wardika yang kesehariannya bersekolah di SDN 1 Trunyan dan setiap pergi dan pulang sekolah menggunakan sampan," kata Letkol HTL.

Ia berharap tali kasih yang diulurkannya dapat semakin menyulut semangat bocah itu dalam menuntut ilmu. "Saya tergerak memberikan bantuan begitu tahu perjuangan Gede Agus. Semoga bantuan ini semakin memacunya dalam menuntut ilmu dan menjadi anak yang pintar serta berprestasi," harap Letkol HTL.

Orangtua Gede Agus, I Putu Wardana terharu atas perhatian Dandim Bangli terhadap perjuangan anaknya.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan bantuan dari Dandim 1626/Bangli kepada anak saya. Ini menjadi penyemangat saya dan istri untuk mendukung anak kami supaya lebih tekun belajar dan bersekolah agar menjadi anak yang pintar dan berprestasi," dia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓