Perjalanan 30 Kandidat Memperebutkan Posisi Rektor ITB

Oleh Huyogo Simbolon pada 12 Sep 2019, 09:00 WIB
Yani Panigoro

Liputan6.com, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) menyaring calon rektor periode 2020-2025 dari 34 orang pendaftar menjadi 30 orang untuk bersaing pada tahap selanjutnya.

"Jadi jumlah pendaftar ada 34. Ada yang yang dari luar ITB sebanyak 5 orang dan 29 dari dalam lingkungan ITB," kata Sekretaris Eksekutif Majelis Wali Amanat ITB Benhard Sitohang ditemui di Gedung Annex, Rabu (11/9/2019).

Benhard menjelaskan, tahap pertama pilrek ITB 2020-2025 dimulai sejak dibukanya pendaftaran sampai penetapan pendaftar. Dari 34 pendaftar, satu di antaranya mengundurkan diri.

"Jadi yang dievaluasi hanya 33 orang karena satu orang mengundurkan diri. Dari 33 itu dilakukan diskusi kelayakan dan disimpulkan 30 yang oke," ujarnya.

Dari ke-30 pendaftar calon rektor tersebut saat ini hanya satu orang yang berasal dari luar ITB. Sedangkan 29 lainnya berasal dari ITB.

"Karena ini namanya uji kelayakan, artinya tidak terus numerik. Bukan mengatakan dia tak mampu, tapi yang layak kita pertimbangkan dengan melihat semua calon," ujarnya.

Sementara itu, Ketua MWA ITB Yani Panigoro memperkenalkan tim panel ahli dalam pilrek ITB. Sebanyak 14 orang dalam panel ahli tersebut terdiri dari MWA, senat akademik, dosen, tenaga kependidikan serta masyarakat atau profesional.

Pembentukan panel ahli tersebut dituangkan dalam keputusan MWA ITB nomor 21/SK/I1.MWA/KP/2019.

"Panel ahli dalam menjalankan tugasnya tersebut berkoordinasi secara reguler dan bertanggung jawab kepada Ketua MWA," kata Yani.

Adapun jadwal kegiatan pilrek ITB selanjutnya adalah tes kesehatan yang wajib diikuti 30 pendaftar. Berikutnya pada 21 Oktober dilakukan briefing 10 bakal calon rektor.

Pada 26 Oktober-1 November akan dilaksanakan sidang senat akademik yang dilanjutkan pada hari berikutnya yaitu pengumuman 3 calon rektor. Sedangkan pemilihan rektor ITB akan dilaksanakan pada 8 November.

2 of 3

Lima Perempuan Lolos

ITB
Ketua MWA ITB, Yani Panigoro bersama Sekretaris Eksekutif MWA ITB Benhard Benhard Sitohang menggelar konferensi pers di Gedung Rektorat ITB, Selasa (6/8/2019). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Dalam daftar nomine pada pilrek ITB kali ini, sebanyak 5 perempuan dari 30 pendaftar yang ada dinyatakan berhasil lolos ke tahap selanjutnya.

Kelima perempuan yaitu Megawati Santoso, Reini D. Wirahadikusumah, Gusti Ayu Putri Saptawati Soekijo, dan Teti Armiati Argo.

Sedangkan 25 rektor yang berasal dari laki-laki adalah Acep Purqon, Edy Tri Baskoro, Tutuka Ariadji, Togar Mangihut Simatupang, Dermawan Wibisono, Deddy Kurniadi, Bambang Riyanto Trilaksono, Daryono Hadi Tjahjono, Benyamin Sapiie, Ari Setiadi Prihatmanto, Satria Bijaksana, Emir Mauludi Husni, Jaka Sembiring, Mikrajuddin Abdullah, I Nyoman Pugeg Aryantha, Edwan Kardena, Miming Miharja, Khairurrijal, Kadarsah Suryadi, Dicky Rezady Munaf, Widjaja Martokusumo, Dwi Larso, Dewi Larasati, Suhono Harso Supangkat, Sigit Puji Santosa, Bramantyo.

Ketua MWA ITB, Yani Panigoro menyambut baik komposisi calon rektor dari kalangan perempuan. Dia tak menampik jika di ITB saat ini sudah banyak memiliki dosen dari kalangan perempuan.

"Sekarang ini di ITB sudah banyak dosen perempuan dan dalam pilrek sebelumnya nyaris tak pernah ada calon perempuan. Jadi lima calon rektor perempuan adalah prestasi. Kita tidak ada masalah calon rektornya dari laki-laki atau perempuan," ujar Yani.

Ketua Senat Akademik ITB Hermawan Kresno Dipojono juga berpendapat hal serupa. Di ITB, kata dia, saat ini sudah banyak perempuan yang menempati posisi pimpinan, mulai dari dekan, wakil rektor, bahkan direktur eksekutif penerimaan mahasiswa baru.

"Kalau dulu memang sangat sedikit perempuan, sekarang buktinya di jurusan perminyakan, jurusan mesin sudah ada dosen senior yang juga seorang perempuan," katanya.

3 of 3

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓