Posisi Kalapas Sukamiskin Kembali Diganti, Mengapa?

Oleh Huyogo Simbolon pada 10 Sep 2019, 07:00 WIB
Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak

Liputan6.com, Bandung - Tepat satu tahun dan 42 hari, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin Tejo Harwanto menjabat. Tejo yang kala itu ditunjuk Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mendapat promosi jabatan, menggantikan Wahid Husen yang dicokok KPK. Posisi kalapas Sukamiskin pun kini digantikan Abdul Karim.

Tejo mendapat promosi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Dia bakal menjadi Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan.

Sedangkan, posisi kepala lapas Sukamiskin sepeninggal Tejo, akan beralih ke Abdul Karim yang sebelumnya menjabat Kalapas Klas IIA Banda Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat Liberti Sitinjak mengatakan, dirinya menginginkan agar kalapas Sukamiskin yang baru, Abdul Karim, tidak mengambil kebijakan sendiri yang justru akan merugikan institusi. Mengingat Lapas Sukamiskin dikenal dengan lapas khusus koruptor.

"Tidak ada kebijakan-kebijakan yang diambil tanpa sepengetahuan Kakanwil. Karena Kakanwil selaku penanggung jawab regional di daerah. Saya berharap itu dapat menjadi kompas untuk kita dapat melihat pelaksanaan dari regulasi-regulasi," ujar Liberti di Bandung, Senin (9/9/2019).

Liberti juga berpesan agar Abdul Karim di Sukamiskin segera memperbaiki hal-hal yang selama ini menjadi titik lemah. Misalnya terkait pemberian izin keluar lapas yang justru disalahgunakan napi.

Salah satu cara untuk menambal kelemahan itu, kata Liberti, dengan menempatkan pengawal senior. Hal itu mengingatkan pada kasus yang terjadi pada mantan kalapas sebelumnya, Wahid Husen yang mana telah menyalahi kewenangan dengan memberikan izin kepada napi yang tak sesuai aturan.

"Kita mempunyai titik-titik yang harus kita perbaiki, melakukan pengawalan harus yang senior jangan yang junior. Pengawal senior lebih paham aturan dan menjalankan aturan itu ada keberanian. Kalau junior belum ada pengalaman. Jam terbang menentukan," katanya.

Liberti juga meminta Abdul Karim untuk tidak berlama-lama untuk melakukan adaptasi dan segera memetakan pola pengamanan di Lapas Sukamiskin.

"Mudah-mudahan itu bisa dia lakukan dalam waktu yang cepat. Kita sekarang ini harus profesional terukur dalam waktu dan hasilnya supaya di dalam rangka melanjutkan kegiatan jangan sampai ada kekosongan-kekosongan," katanya.

Sebelumnya, saat masih menjabat Tejo sempat kecolongan insiden pelesiran eks Ketua DPR RI Setya Novanto ke toko bangunan mewah di kawasan Padalarang.

Simak video pilihan di bawah ini:

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap