Aroma Tak Sedap di Balik Program Bantuan Sapi-Sapi untuk Garut

Oleh Jayadi Supriadin pada 06 Sep 2019, 00:00 WIB
Kantor Kejaksaan Negeri Garut Jalan Merdeka, Garut, Jawa Barat

Liputan6.com, Garut - Kejaksaan Negeri  (Kejari) Garut, Jawa Barat tengah menelisik kasus bantuan sosial (Bansos) ratusan sapi indukan dari Kementerian Pertanian di Dinas Peternakan dan Kelautan (Disnakanla) periode 2015 lalu. Siapakah bakal terjerat ?

Kepala Kejaksaan Garut Azwar mengatakan, penyelidikan kasus seharga Rp 2,43 miliar tersebut sudah berlangsung lama, namun kerap menemui batu sandungan, hingga akhirnya mulai ditelisik ulang tahun ini.

“Sejak dua tahun lalu sebelum saya di sini (bertugas di Garut) sudah ada, tapi gak tahu kenapa, saya kembali periksa,” ujar dia, Rabu (4/9/2019).

Menurutnya, kasus bansos itu sudah berlangsung lama sejak 2015 lalu, saat itu dua kelompok ternak yakni di Garut, yakni Kelompk tani Alam Hijau di Kecamatan Cilawu dan Bojong 3 di Kecamatan Cisurupan, mendapatkan bantuan sosial sapi indukan dari Kementerian Pertanian.

“Kontraktornya itu yakni PT Swaption untuk kedua kelompok tani tersebut,” kata dia.

Dalam prakteknya, kedua kelompok tani itu mendapatkan bantuan sapi indukan sebanyak 120 ekor, namun fakta di lapangan tidak sesuai dengan nilai kontrak yang disetujui pemerintah.

“Ada selisih harga yang kami duga berpotensi merugikan negara, angka riilnya sedang kami hitung,” kata dia.

Akhirnya untuk kepentingan penyelidikan, sejak Juli lalu kasus tersebut kembali dibuka, hingga  masuk di tingkat penyidikan kejaksaan saat ini.

“Nanti diketahui siapa yang paling bertanggung jawab atas penyimpangan dalam pengadaan di Disnakanla (Dinas Peternakan dan Kelautan) 2015 lalu itu,” papar dia.

Meskipun kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan, namun Azwar enggan buru-buru menetapkan siapa saja tersangka yang terlibat dalam kasus bansos sapi itu.

“Nanti jika sudah lengkap semua saya sampaikan,” kata dia.

Live Streaming

Powered by