Monyet Gunungkidul Akan Diekspor ke Cina dan Amerika

Oleh Wisnu Wardhana pada 03 Sep 2019, 16:00 WIB
Diperbarui 03 Sep 2019, 16:00 WIB
Melihat Monyet Ekor Panjang Mencari Makan di Hutan Mangrove Muara Angke
Perbesar
Monyet ekor panjang mencari makan di hutan Taman Marga Satwa Muara Angke, Jakarta,Sabtu (19/1). Muara Angke merupakan kawasan konservasi yang berlokasi di Jakut, yang salah satunya Monyet Ekor Panjang sekitar 148 ekor. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Gunungkidul - Tingginya populasi monyet ekor panjang di Gunungkidul, DIY membuat sejumlah pihak berencana mengendalikan pertumbuhannya. Hal itu disebabkan karena dengan populasi yang sangat tinggi, binatang itu berubah menjadi hama yang metrugikan masyarakat dan merusak lahan pertanian warga.

Pengendalian rencananya dilakukan dengan menangkap hingga ribuan ekor, sesuai dengan kuota yang didapat. Setelah ditangkap, monyet-monyet ekor panjang di kawasan Gunungkidul akan diekspor ke mancanegara yang kini terus dilakukan berbagai kesiapannya.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta telah mengusulkan kuota untuk DIY hingga ribuan ekor kepada pemerintah pusat.

"Kita sudah usulkan ke pemerintah pusat untuk jumlah kuotanya, tetapi hingga kini masih menunggu rekomendasi," kata petugas Balai KSDA Gunungkidul, Agus Sunarto.

Penunjukan pemerintah pusat yang akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan swasta juga sudah dilakukan. Selama ini monyet ekor panjang memang sudah cukup meresahkan dan merugikan petani.

Secara nasional ada 20.000 kuota pemanfaatan monyet ekor panjang yang diekspor per tahunnya dan dari kuota nasional, DIY sebanyak 1.200 ekor yang diusulkan. Adapun dari usulan 1.200 ekor kuota tersebut, masih belum diketahui kuota khusus untuk di Gunungkidul maupun Kabupaten Kulonprogo.

Untuk Kota Yogyakarta dan Sleman diklaim tidak ada serangan, sementara Kabupaten Bantul hanya sedikit serangan. Sedangkan Gunungkidul merupakan kabupaten terbanyak atas laporan dan serangan monyet memang tidak serta merta langsung ditangkap dan diekspor.

Tapi ada tahapan yakni kajian di lapangan, apakah serangan sudah cukup parah dan masuk dalam kategori hama atau bagaimana.

"Nantinya monyet ini akan di ekspor ke China dan Amerika," kata Agus.

Dalam pemanfaatannya, janin monyet ekor panjang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan serum kosmetik, biofarma dan kebutuhan medis misalnya untuk pembelajaran atau praktik kedokteran. Rencana pemanenan atau pemanfaatan monyet ekor panjang saat ini terus dilakukan pembahasan. Beberapa tahun silam, di Gunungkidul juga terdapat pemanfaatan serupa.

Simak video pilihan berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya