Popok Bayi dan Pembalut Wanita Jadi Bahan Teror di Pekanbaru

Oleh M Syukur pada 03 Sep 2019, 01:00 WIB
Popok dan Pembalut Wanita yang digunakan pelaku teror di Pekanbaru membakar mobil warga.

Liputan6.com, Pekanbaru - Aksi teror berupa pembakaran mobil milik warga terjadi lagi di Pekanbaru. Kali ini, pelaku tak menggunakan botol minuman berisi bahan bakar dan bersumbu atau molotov untuk membakar, melainkan popok bayi dan pembalut wanita.

Beruntung, korban teror bernama Ibrahim bergerak cepat sehingga bisa memadamkan api yang telah membakar bagian depan mobilnya. Kasus ini masih diselidiki Polsek Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, Iptu Efrin J Manullang menyebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi di lokasi sudah diminta keterangan, termasuk korban.

"Dari lokasi ditemukan beberapa popok bayi dan pembalut wanita. Diduga benda ini dijadikan bahan pembakar," sebut Efrin kepada wartawan, Senin siang, 2 September 2019.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif kejadian ini, apakah ada hubungannya dengan pekerjaan korban. Penyidik juga mencari tahu apakah sebelum kejadian korban menerima ancaman dari orang tak dikenal.

"Mudah-mudahan pelakunya segera tertangkap," imbuh Efrin.

 

2 of 2

Kronologi Kejadian

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara teror menggunakan popok dan pembalut wanita di Pekanbaru.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara teror menggunakan popok dan pembalut wanita di Pekanbaru. (Liputan6.com/M Syukur)

Efrin menjelaskan, teror pakai pembalut dan popok bayi ini terjadi pada Minggu dini hari, 1 September 2019. Kala itu, korban Ibrahim terbangun dari tidurnya karena mendengar suara letusan di bagian depan rumahnya.

Korban lalu mengecek ke depan rumah di Jalan Swadaya, Kelurahan Bambu Kuning, Tenayan Raya, dan melihat kobaran api di bagian depan mobilnya. Dengan peralatan seadanya, korban berusaha memadamkan api itu agar tak menjalar ke bagian mobil lainnya.

"Setelah api padam, korban melihat popok bayi dan pembalut wanita di atas bagian depan mobilnya. Benda itu diduga sebagai bahan bakar," jelas Efrin.

Sebagai informasi, teror dengan membakar mobil warga sudah sering terjadi di Pekanbaru. Kejadian selama ini selalu menggunakan molotov dan menimpa pejabat serta warga biasa.

Teror dengan membakar mobil ini sebelumnya juga menimpa pengurus Lembaga Adat Melayu Pekanbaru. Kejadian dimaksud hingga kini belum terungkap siapa pelakunya.

Sebelumnya, teror molotov menimpa Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Pekanbaru di Jalan Cut Nyak Dien. Dua pria melempar botol dengan sumbu terbakar di pos penjagaan Satpol PP, Selasa petang, 27 Agustus 2019.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓