Cerita di Balik Rencana Tawuran Geng Jawara Kampung vs All Star Surabaya

Oleh Liputan6.com pada 01 Sep 2019, 20:00 WIB
Ilustrasi anggota geng (iStock)

Liputan6.com, Surabaya - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur menggagalkan tawuran antargeng yang anggotanya masih berusia anak-anak, Minggu (1/9/2019).

"Jumlah anak-anak ini dari kedua belah pihak tadi ada sekitar 200-an, sebagian besar membawa senjata tajam berbagai jenis," ujar Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto kepada wartawan di Surabaya.

Ratusan anak itu, kata dia, sebagian besar berhasil melarikan diri saat polisi datang. Sekitar 30 anak di antaranya berhasil diciduk dan telah digiring ke Markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Beberapa senjata tajam yang diamankan kebanyakan jenis celurit serta sebuah pedang samurai. Selain itu, juga terlihat senjata tajam rakitan sendiri yang terbuat dari pelat yang berjumlah belasan. Tawuran pun gagal.

"Senjata tajam yang kami amankan ini hanya sebagian kecil saja, sebab saya lihat tadi masing-masing anak dari kedua geng pegang senjata tajam semuanya dan kebanyakan berhasil melarikan diri," ujar AKBP Agus dilansir Antara.

Polisi mengungkap gerombolan anak tersebut menamakan diri Geng Aliansi Jawara Kampung. geng satunya lagi berjuluk All Star Surabaya.

Agus menuturkan, kedua anggota geng diketahui sudah janjian untuk tawuran di Jalan Jakarta, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pada sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu dini hari, yang diawali oleh saling ejek melalui media sosial.

2 of 2

Aksi Tanggap Polisi

Ilustrasi anggota geng (iStock)
Ilustrasi anggota geng (iStock)

Namun belum sampai di lokasi tawuran, sebagian anggota dari masing-masing geng telah ditangkapi polisi saat sedang beriringan mengendarai sepeda motor menuju ke Jalan Jakarta, Surabaya.

Anggota Geng Aliansi Jawara Kampung ditangkap di Jalan Gresik Surabaya. Sedangkan anggota Geng All Star Surabaya kami tangkap di Jalan Rajawali, Surabaya.

"Masing-masing geng ini anggotanya tak hanya anak-anak warga Kota Surabaya. Setelah kami lakukan pendataan tadi, beberapa anak datang dari wilayah Kabupaten Sidoarjo dan Gresik dengan mengendarai sepeda motor," katanya lagi.

Dari 30 anak yang diamankan polisi, paling kecil berusia 10 tahun dan masih duduk di kelas 5 sekolah dasar (SD). "Lainnya rata-rata berusia 14 hingga 16 tahun dan masih sekolah di SMP, serta ada beberapa anak yang drop out dari sekolah," ujar Agus.

Polisi rencananya akan memanggil orang tua dari masing-masing anak tersebut, serta selanjutnya akan dilakukan pembinaan. Selain itu, berbagai jenis senjata tajam yang telah diamankan akan dimusnahkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓