Detik-Detik Gadis Baduy Ditemukan Tewas dalam Saung

Oleh Yandhi Deslatama pada 01 Sep 2019, 02:00 WIB
Diperbarui 01 Sep 2019, 18:45 WIB
Wanita Baduy Ditemukan Tewas di Saung

Liputan6.com, Lebak - Gadis asal Baduy Luar bernama Sawi (13) ditemukan meninggal dunia di dalam saung dengan penuh luka dan bersimbah darah, pada Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 16.00 WIB.

Saung itu berada di tengah perkebunan, dengan jarak sekitar 5 kilometer dari perkampungan terdekat. Jauhnya lokasi, menjadi tantangan bagi pihak kepolisian saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Lokasi penemuan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua dan menembus hutan khas di wilayah Banten Selatan.

Dari penuturan saksi, pada hari Jumat, sekitar pukul 06.00 WIB, korban ditinggal orang tua dan kakaknya bekerja. Sementara itu, gadis Baduy itu sendirian di dalam saung milik Sarka, yang berlokasi di tengah perkebunan Kampung Kadu Helang, Desa Cisimet Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

"Kakak korban pulang sekitar jam 15.30 WIB ke saung, melihat depan saung ada darah. Lalu kakak korban membuka pintu melihat adiknya dalam keadaan bersimbah darah, meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardy, melalui pesan singkatnya, Sabtu (31/08/2019).

Kakak korban pun mencari pertolongan dan berlari ke arah kebun. Berharap ada petani lainnya. Hingga akhirnya bertemu Sahrudin, warga tetangga kampung, tepatnya di Kampung Kipar, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

"Kakak korban langsung memcari pertolongan dan ketemu dengan Sahrudin, warga tetangga kampung, masih satu desa," terangnya.

2 of 2

Diduga Korban Perkosaan

Wanita Baduy Ditemukan Tewas di Saung
Wanita Baduy Ditemukan Tewas di Saung (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Sahrudin kemudian melaporkan ke pihak kepolisian di Polsek Leuwidamar. Laporan dilanjutkan ke Polres Lebak dan Polda Banten.

Petugas kepolisian dari Polsek Leuwidamar datang lebih dahulu ke lokasi kejadian, karena jaraknya relarif dekat. Kemudian disusul dari Polres Lebak di malam hari, karena harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju perkampungan terdekat dan dilanjutkan berjalan kaki ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disusul tim dari Polda Banten yang membawa anjing pelacak dan inafis, yang baru datang menjelang tengah malam. Karena harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam ke perkampungan terahir dilanjutkan mengendarai sepeda motor ke TKP, karena akses menuju lokasi tanpa penerangan dan menerobos perkebunan dan hutan.

Olah TKP dilakukan malam harinya dengan penerangan seadanya, dari lampu senter dan handphone yang dibawa petugas kepolisian. Warga Baduy Luar dan masyarakat setempat pun ada yang ikut. Lima orang saksi diperiksa. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, kuat dugaan korban diperkosa sebelum dibunuh.

"Diduga korban menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan. Kita sedang mengembangkan kasus tersebut," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓