Pesan Damai dari Masyarakat Papua di Riau Terkait Rusuh Manokwari

Oleh M Syukur pada 21 Agu 2019, 05:00 WIB
Diperbarui 21 Agu 2019, 05:00 WIB
Ketua PWNU Riau Rusli Ahmad dan masyarakat Papua serta Papua Barat mengajak semua pihak menahan diri.
Perbesar
Ketua PWNU Riau Rusli Ahmad dan masyarakat Papua serta Papua Barat mengajak semua pihak menahan diri. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Rusuh Manokwari, Papua Barat, menyita perhatian setiap elemen bangsa, termasuk dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Riau. Pesan damai datang dari Bumi Lancang Kuning kepada masyarakat negeri paling timur di Indonesia itu.

Pesan itu juga datang dari masyarakat Papua dan Papua Barat serta paguyuban Indonesia Timur di Riau. Setiap elemen dari berbagai suku, bangsa, dan agama diminta menahan diri dan tidak termakan isu hoaks yang sengaja diembuskan pihak penghancur kesatuan.

Ketua Paguyuban Indonesia Timur di Pekanbaru, Riau, Marcus, mengaku sempat khwatir dengan apa yang terjadi di Papua Barat. Dia pun mengumpulkan warga Papua dan Papua Barat di Bumi Lancang Kuning agar tidak terpancing melakukan aksi anarkis.

"Saya di sini ingin menyampaikan, mari junjung Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, sumpah pemuda dan jasa pahlawan yang menyatukan Indonesia. Jangan sampai rusak," sebut Marcus di kantor PWNU Riau, Jalan Diponegoro, Selasa petang, 20 Agustus 2019.

Kepada perantauan Papua, Papua Barat, dan Indonesia Timur secara umum, Marcus berharap menjaga kedamaian di mana pun berada. Marcus menyebut semua orang Indonesia itu tetap sama meski berbeda suku dan agama.

Marcus menjamin, apa yang beredar di media sosial terkait kerusuhan di Papua Barat, tidak akan terjadi di Riau. Apalagi menurutnya Bumi Lancang Kuning sangat menghargai perbedaan.

"Mari saling memaafkan, salam damai dalam balutan cinta dan kasih. Salam damai dari Riau, NKRI harga mati," kata Marcus.

Sementara, Ketua PWNU Riau Rusli Ahmad menjelaskan, rusuh Manokwari atapun berbagai daerah di Papua Barat tak lepas dari peran segilintir orang yang ingin merusak persatuan di Indonesia. Ada oknum yang menyebar berita hoaks agar perbedaan menjadi pemicu perpecahan.

"Kami NU di Riau, begitu juga mengajak Polda Riau untuk menjamin keamanan masyarakat Papua dan Papua Barat di Bumi Lancang Kuning ini," tegas Rusli.

 

2 dari 2 halaman

Bijak Gunakan Media Sosial

Ketua PWNU Riau, kepolisian dan masyarakat Papua, Papua Barat dan Paguyuban Indonesia Timur nyatakan kompak menjaga persatuan.
Perbesar
Ketua PWNU Riau, kepolisian dan masyarakat Papua, Papua Barat dan Paguyuban Indonesia Timur nyatakan kompak menjaga persatuan. (Liputan6.com/M Syukur)

Rusli menyebut sudah mengumpulkan tokoh masyarakat Papua dan Indonesia Timur secara umum di Riau membahas masalah ini. Hasilnya, semua elemen sepakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Riau itu menerima semua orang, tidak ada yang dibedakan. Saudara di Papua dan Papua Barat mari saling memaafkan, jangan tercabik karena berita hoaks," kata anggota DPRD Riau ini.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto mengimbau masyarakat Riau agar bijak membaca berita terkait kerusuhan di Manokwari. Jangan keburu berbagi berita di media sosial tanpa cek fakta terlebih dahulu.

"Saring berita sebelum sharing, pastikan benar atau tidak. Bijak bermedia sosial karena dampaknya luar biasa, mari jaga ukhuwah yang terjalin selama ini," kata Sunarto.

Terhadap kejadian yang sudah terjadi, Sunarto mengajak saling memaafkan karena dinilai itu lebih bijak. Tindakan yang menyebabkan perpecahan dinyatakan merugikan persatuan dan kesatuan Indonesia yang selama ini sudah terjalin dengan baik. "Salam damai dari Riau, NKRI harga mati," imbuh Sunarto.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓