Kronologi Uang Nasabah BRI Raib Usai Terima SMS Banking

Oleh Dian Kurniawan pada 15 Agu 2019, 11:01 WIB
Diperbarui 15 Agu 2019, 11:01 WIB
Uang Nasabah Raib
Perbesar
Nasib sial dialami Setyo Budiono. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo itu harus rela uang tabungannya Rp20 juta raib begitu saja. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Ponorogo - Nasib sial dialami Setyo Budiono. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo itu harus rela uang tabungannya Rp20 juta raib begitu saja.

"Hilang Rp20 juta uang saya. Lenyap begitu saja," kata Budi sapaan akrab Setyo Budiono kepada Liputan6.com, Rabu (14/8/2019).

Dia menjelaskan, uang puluhan juta itu terkuras setelah dirunya menerima sms banking dari akun BRI. Dalam sms disebutkan ada 5 nomor token.

Tak lama, lanjut dia, dirinya menerima telepon dari 0831-7808-3117. Si penelepon, mengaku sebagai pegawai BRI pusat.

Dalam percakapan itu, dia mengatakan diminta untuk menyebutkan 5 nomor token. "Ya saya sebutkan saja. Ada dua nomor yang saya sebutkan. Satunya padahal saya sebutkan ngawur," jelasnya.

Tak lama, karena dirinya sibuk, akhirnya telepon ditutup olehnya. Dia pun meneruskan aktivitasnya.

"Ada telepon lagi. Nomornya juga sama. Tidak saya gubris," tegas bapak dua orang anak itu.

Nahas baru diketahui Budi ketika kembali ke kantornya. Tiba-tiba dia menerima notifikasi transaksi dari mobile banking miliknya. Satu kali transaksi senilai Rp10 juta. Yang kedua juga Rp10 juta. Pada notifikasi tersebut tertera jika uang Rp 20 juta itu merupakan transaksi top-up untuk sebuah akun virtual BRI (BRIVA). "Padahal saya tidak melakukan transaksi itu," kata dia.

Mengalami hal itu, Budi langsung melapor ke kantor unit bank terdekat. Pihak bank dengan sigap menerima laporan Budi, dan mengatakan akan meneruskan laporan itu ke kantor pusatnya. Budi juga diminta terus aktif mengecek proses pengusutan atas kasus raibnya uang di rekening pribadinya. "Saya berharap tabungan saya bisa kembali," ujar Budi.

Sementara itu, pihak BRI Ponorogo saat dihubungi Liputan6.com masih enggan memberikan keterangan. Tidak ada keterangan resmi yang dikeluarkan BUMN tersebut.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko menyebut, pihaknya masih terus mendalami laporan Budi. Pelapor akan dipanggil kembali dalam waktu dekat untuk melengkapi keterangan dan sejumlah berkas-berkas.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓