Kisah Duel Celeng di Bukit Menoreh

Oleh Edhie Prayitno Ige pada 14 Agu 2019, 00:29 WIB
celeng

Liputan6.com, Magelang = Seekor celeng atau babi hutan yang berada di lereng pegunungan Menoreh, dikabarkan mengamuk dan menyerang warga, Senin (12/8/2019). Celeng itu mengakibatkan seorang warga Paripurno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang luka-luka.

Informasi yang didapat Liputan6.com, peristiwa duel warga Paripurno dengan celeng itu terjadi siang hari. Tepatnya ketika celeng itu masuk dusun Kalisat.

Menurut Ikhwan, Kepala Desa Paripurno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang menyebutkan bahwa celeng tersebut awalnya merusak kebun warga.

"Mengamuk di daerah kami di kebun masuk Dusun Kalisat Desa Paripurno," katanya.

Informasi lain menyebutkan bahwa celeng itu juga sempat merusak kebun warga di desa Ngargoretno yang letaknya di lereng Bukit Menoreh dan secara topografis berada di atas desa Paripurno.

Ikhwan bercerita, bahwa kisah ini bermula ketika seorang warga ketakutan melihat seekor celeng berada di dalam rumah. Di tengah kepanikannya ia kemudian meminta tolong kepada seorang pencari rumput.

Zaini, warga desa Sabrang yang dimintai tolong ini segera bergegas mengecek. Namun saat Zaini menuruni lereng bukit Menoreh itu sudah berpapasan dengan sang celeng.

"Sempat terjadi duel antara Zaini dengan celeng itu. Benar-benar duel karena satu lawan satu. Duel terjadi di sebuah tepian sungai," kata Ikhwan.

Zaini sendiri ketika duel sempat beberapa kali terbanting diseruduk. Beberapa bagian badannya luka sobek akibat terkena serudukan taring si celeng, juga karena terbanting di tanah kering.

"Celeng itu akhirnya dikalahkan Zaini setelah dibacok beberapa kali dengan sabit pemotong rumput. Celeng itu mati di tempat. Di sungai itu," kata Ikhwan.

Simak video pertarungan Zaini dan Celeng di Bukit Menoreh berikut:

 

2 of 2

Korban Meninggal

Babi Hutan atau Celeng
Ilustrasi Foto Babi Hutan atau Celeng (iStockphoto)

Sementara itu masih di desa yang sama, seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun. Sebelumnya keluarga perempuan itu sempat melaporkan kehilangan keluarganya.

Diketahui namanya mbah Imah dan berusia 55 tahun. Saat ditemukan, jasad korban dalam posisi tertelungkup dan seluruh tubuhnya penuh luka. Tak jauh dari lokasi ditemukannya mbah Imah, warga melihat ada seekor celeng sedang mengamuk dan merusak kebun.

Warga menduga, mbah Imah meninggal akibat diserang celeng tersebut. Dugaan itu dibenarkan oleh Ikhwan.

"Memang tidak ada saksi mata kalau Mbah Imah meninggal dunia akibat diserang celeng. Tapi kondisi pakaian dan luka-lukanya, diduga Mbah Imah ini sudah diserang celeng," kata Ikhwan.

Ancaman celeng di desa tersebut memang sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Sejauh ini celeng-celeng itu hanya merusak kebun.

"Ini pertama kali terjadi celeng menyerang manusia. Mohon masyarakat yang punya anak kecil untuk berhati-hati dan waspada," kata Ikhwan.

Lanjutkan Membaca ↓