Suara Golkar Jateng-DIY untuk Airlangga Hartarto

Oleh Switzy Sabandar pada 03 Agu 2019, 20:02 WIB
Deklarasi Golkar

Liputan6.com, Yogyakarta DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng) dan DIY berkumpul di Yogyakarta, Jumat (2/8/2019). Mereka secara resmi mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk kembali menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar 2019-2024.

Sebanyak 32 dari total 35 DPD II Partai Golkar Jawa Tengah dan lima DPD II DIY  hadir dalam acara tersebut. Airlangga Hartarto juga hadir bersama dengan Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung.

"DPD Golkar Jateng mengadakan rapat pleno yang diperluas pada 16 Juli lalu diwakili perwakilan pimpinan menghasilkan keputusan mengikat dan sepakat bahwa seluruh DPD II Jateng akan mendukung, mengusung, dan memenangkan Airlangga Hartato untuk memimpin Golkar pada 2019-2024," ujar Wisnu Suhardono, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah.

Terkait ketidakhadiran tiga DPD II Partai Golkar Jawa Tengah, Wisnu meyakinkan tidak perlu khawatir karena sebelum musyawarah nasional (munas) akan ada pemekaran lima kabupaten sehingga suara dari Jawa Tengah untuk ketua umum tidak akan berkurang, melainkan bertambah.

Ia menegaskan dukungan ini bukan cek kosong karena DPD Jateng telah memberikan kepercayaan penuh dan meminta kepada DPP di bawah Airlangga Hartarto untuk menjadikan partai ini menjadi lebih baik dan memperbaiki kekurangan di tubuh organisasi.

Wisnu bercerita ia sempat ditanya oleh dua senior di Partai Golkar yang pernah menjabat menjadi menteri di era pemerintahan Soeharto dan Habibie tentang kepemimpinan Airlangga. Ia menjawab dari tiga aspek.

"Satu, aspek pengelolaan Partai Golkar, dua, aspek kerja untuk meningkatkan suara, dan tiga, prospek kepemimpinan pada 2024," ucapnya.

 

2 of 3

Posisi Tawar Lebih Kuat

Deklarasi Golkar
DPD Partai Golkar Jateng dan DIY mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk kembali menjabat sebagai Ketum Partai Golkar 2019-2024. (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Menurut Wisnu, aspek pengelolaan partai berarti harus ada perbaikan secara profesional dan konstruktif. Sedangkan aspek peningkatan suara menuntut kerja keras untuk meningkatkan perolehan suara Golkar.

Ia mengungkapkan Airlangga sudah bekerja keras di Jawa Tengah sehingga bisa mempertahankan 11 anggota DPR RI sebagai hasil pemilu kemarin. Walaupun, Wisnu sebenarnya menargetkan 14 kursi di Senayan.

"Ini yang perlu diperbaiki, setelah deklarasi ini janga disibukkan dengan rencana heboh tentang munas, sebab ada tantangan 21 pilkada tahun depan," kata Wisnu.

Ia menyebutkan, sesuai rencana Partai Golkar akan mengusung empat calon wakil bupati di Klaten, Purworejo, Demak, dan Pemalang serta calon wali kota di Pekalongan dan calon bupati di Kendal.

Dalam aspek prospek kepemimpinan 2014, ia mengakui seandainya Golkar mengusung calon presiden atau calon wakil presiden maka sosok yang diangkat adalah Airlangga Hartarto.

"Walaupun yang diusung tidak harus ketua umum partai, akan tetapi bargaining (daya tawar) posisi ketua umum lebih kuat," tuturnya.

 

3 of 3

Enam Suara dari DIY

Deklarasi Golkar
DPD Partai Golkar Jateng dan DIY mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk kembali menjabat sebagai Ketum Partai Golkar 2019-2024. (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Ketua DPD I Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti menuturkan suara DIY bulat enam suara, terdiri dari satu DPD I dan lima DPD kota dan kabupaten, mendukung Airlangga Hartarto menjadi ketum Golkar 2019-2024.

"Memilih Airlangga karena cocok dengan visi dan misi, beliau cocok mengembangkan organisasi, dan cocok untuk memimpin organisasi ke depan," ujarnya.

Ia tidak menampik polemik jabatan Ketum Golkar sudah muncul di Yogyakarta sejak awal, akan tetapi DPD DIY sudah mendeklarasikan dukungan kepada Airlangga untuk kepengurusan sekarang maupun yang akan datang.

“Harapan kami yang terjadi di Golkar yang sudah ya sudah, yang akan datang ya Pak Airlangga,” kata Haryadi.

Airlangga yang berpidato di depan para kader Partai Golkar memberi pesan agar menjaga Golkar karena partai ini milik semua anggota, membela Golkar dengan ikhlas dan tanpa pamrih walaupun dalam kondisi kalah, serta para berani dan mawas diri untuk kebenaran.

"Kami akan membuat kelembagaan saksi untuk modal pileg dan pilkada serta melakukan kondolidasi organisasi, selain itu juga akan mempersiapkan sekolah kaderisasi Academy of Public Policy Golkar," kata Airlangga.

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓