Tanaman Liar Mampu Cegah Penuaan Wajah, Ini Caranya

Oleh Switzy Sabandar pada 03 Agu 2019, 00:00 WIB
Diperbarui 03 Agu 2019, 00:00 WIB
Krim Wajah Anti-Aging

Liputan6.com, Yogyakarta - Krokot (Portulaca oleracea L) dikenal sebagai salah satu gulma pada budidaya tanaman semusim. Sepintas, tanaman yang tumbuh liar di lapangan dan bisa hidup di pasir serta tanah liat ini mengganggu. Namun, siapa sangka krokot justru punya potensi yang disukai wanita karena bisa membuat wajah awet muda?

Sekelompok mahasiswa UNY yang terdiri dari Silviana Nugraheni, Ranum Wanudya Yunas, Ratna Puji Rahayu, dan Aulawi Nulad Utami mengolah krokot menjadi krim anti-aging atau anti penuaan dini untuk wajah. Bukan tanpa alasan mereka memilih krokot sebagai bahan kosmetik herbal.

Tanaman ini kaya kandungan KCI, KSO4, KNO3, Nicotinic acid, tannin, saponin, vitamin A, B, C, 1-noradrenalin, noradrenalin, dopamine, dan dopa. Sementara, antioksidan yang terdapat di dalam krokot bermanfaat untuk tubuh manusia salah satunya untuk peremajaan kulit, penangkal radikal bebas, pencegah kanker, mengurangi jerawat, meningkatkan kolagen, dan anti-aging.

"Tanaman krokot di Indonesia cukup melimpah, sayangnya belum dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi," ujar Ratna Puji beberapa waktu lalu.

Kelebihan lainnya, krim wajah berbahan krokot belum ada di pasaran, sehingga berpotensi menjadi produk khas dari Indonesia.

Krim anti-aging dari krokot diberi nama Macea. Krim yang mengandung antioksidan, tanin, saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, dan glikosida ini juga berfungsi memelihara kesehatan kulit wajah.

Krim ini dikemas dalam pot berukuran 20 gram dan dengan desain praktis yang menyesuaikan kebutuhan wanita saat ini. Pot juga dikemas lagi ke dalam kotak supaya krim wajah tetap terjaga dan tidak mudah rusak. Krim anti-aging ini memiliki masa kedaluwarsa satu tahun.

 

2 dari 2 halaman

Cara Pembuatan

Krim Wajah Anti-Aging
Mahasiswa UNY membuat krim wajah anti-aging dari tanaman gulma krokot yang diberi nama Macea (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Ranum Wanudya menguraikan cara pembuatan krim Macea. Bahan yang pertama disiapkan adalah etanol 90 persen, setil alkohol, asam stearat, trietanolamin, gliserin, paraffin, adeps lanae, propil paraben, metil paraben, ekstrak krokot, akuades, masker, sarung tangan, alumunium foil dan kertas saring.

Langkah pertama adalah memilih krokot, mencuci bersih, meniriskan sampai kering, dan menghaluskannya dengan blender. Lalu, rendam etanol selama 24 jam dan ditutup dengan aluminium foil. Perendaman etanol menghasilkan filtrat dan residu 1.

Langkah kedua, residu 1 disaring dan direndam etanol selama 24 jam dan ditutup dengan aluminium foil. Proses itu menghasilkan filtrat dan residu 2. Kemudian filtrat 1 dan 2 dicampur, lalu diberi uap menggunakan rotary evaporator yang akan menghasilkan ekstrak kental.

Pembuatan ekstrak tanaman krokot dibagi ke dalam dua fase, yaitu fase air dan fase minyak. Pada fase air, campurkan setil alkohol, adeps lanae, parafin cair, dan asam stearat ditambah propil paraben 70 derajat. Sedangkan, pada fase minyak, metil paraben dilarutkan dalam air panas 90 derajat lalu ditambahkan gliserin dan trietanolamin 70 derajat Celcius.

Fase minyak dan fase air kemudian dicampur, aduk selama tiga menit kemudian didiamkan 20 menit. "Aduk dan tambahkan ekstrak etanol tanaman krokot dan krim wajah siap digunakan," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓