Nasib Penghuni 5 Rumah Terbakar di Banyumas

Oleh Muhamad Ridlo pada 19 Jul 2019, 16:00 WIB
Diperbarui 21 Jul 2019, 04:13 WIB
Ilustrasi – Kebakaran pabrik kayu di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banyumas - Musim kemarau ditandai dengan tiupan angin kencang dan cuaca yang begitu kering. Kebakaran sangat mudah terjadi dalam kondisi ini.

Pemicunya beragam. Kebakaran hutan misalnya, terkadang dipicu dari hal sepele, putung rokok yang menyala. Di Banyumas, Jawa Tengah sebanyak lima rumah terbakar. Pemicunya juga sepele, nenek Sukaryo lupa mematikan tungkunya.

Warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur panik bukan kepalang tatkala api mulai membakar rumah Nenek Sukaryo (73) di RT 07/1, Rabu malam, 17 Juli 2019, sekitar pukul 22.00 WIB. Kebakaran diketahui pertama kali oleh dua warga, Setiawan dan Bowo.

Warga tahu, Nenek Sukaryo masih berada di rumahnya. Lantas, mereka pun berteriak agar Nenek Sukaryo keluar menyelamatkan diri.

Beruntung, Nenek Sukaryo berhasil menyelamatkan diri. Warga pun kemudian berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Sayangnya, api kadung membesar.

Tanpa bisa dikendalikan api itu menjilat rumah Karsim, Komsyiah, Imam Santoso dan Suwarno. Warga berupaya memadamkan api sebisanya. Tetapi, api kadung membesar.

Pemadam kebakaran tiba di lokasi. Bersama warga, mereka berhasil memadamkan api, Kamis dinihari, sekitar pukul 00.10 WIB. Saat api berhasil dipadamkan, tiga rumah sudah nyaris habis terbakar.

Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Ady Chandra mengatakan, dari lima rumah terbakar ini, yang terparah adalah milik Karsim, Khomsyiah dan Ibu Sukaryo. Ketiga rumah ini tak bisa lagi ditempati lantaran nyaris habis terbakar.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Bantuan Pemerintah untuk Korban Kebakaran

Kebakaran di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Rabu malam, 17 Juli 2019. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)
Kebakaran di Kelurahan Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas, Rabu malam, 17 Juli 2019. (Foto: Liputan6.com/Tagana Banyumas/Muhamad Ridlo)

Sebanyak 13 orang penghuni tiga rumah tersebut terpaksa mengungsi. Sebagian mengungsi ke tetangga, lainnya mengungsi ke rumah saudaranya.

“Kami tadi malam bawa tenda untuk mengungsi. Tapi pemilik rumah memilih untuk mengungsi di rumah saudara dan tetangganya,” ucap Chandra.

Kebakaran rumah diduga dipicu dari tungku di rumah Ibu Sukaryo yang tinggal seorang diri. Ada kemungkinan, tungku tersebut masih menyala seusai memasak pada sore harinya.

“Dimungkinkan dari tungku, karena di rumah Bu Karyo masih menggunakan tungku tradisional,” dia mengungkapkan.

Kamis pagi, warga dibantu BPBD, relawan kebencanaan bekerja bakti untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa digunakan. Selain itu, relawan juga membantu perbaikan dua rumah yang masih bisa ditempati.

Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas juga mulai mendata atau memverifikasi kepemilikan rumah, kepemilikan tanah untuk keperluan distribusi bantuan dari Dinas Sosial, BPBD dan lembaga lainnya.

Chandra bilang, Dinas Sosial dan BPBD bakal memberikan bantuan untuk lima pemilik rumah yang terbakar. Biasanya, bantuan berupa logistik dan bahan bangunan. Jumlahnya disesuaikan dengan skala kebakaran.

“Karena ini kan lebih dari dua rumah ya. Nanti akan ada bantuan dari Dinsos, BPBD, kemungkinan juga dari lembaga lain, Baznas biasanya juga membantu,” dia menerangkan.

Sementara ini, penghuni tiga rumah yang mengungsi masih bertahan di rumah saudara atau tetangganya. Heriana belum bisa memastikan kapan rumah ini akan diperbaiki.

Lanjutkan Membaca ↓