Antara Kucing dan Bencana Banjir Bandang di Gorontalo

Oleh Arfandi Ibrahim pada 06 Jul 2019, 03:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2019, 03:00 WIB
Ilustrasi kucing (iStock)

Liputan6.com, Gorontalo - Percaya atau tidak ini sudah merupakan kepercayaan masyarakat Gorontalo. Memandikan kucing peliharaan memang sudah menjadi kebiasan bagi kebanyakan orang, apalagi di kota-kata bear.

Namun, hal ini berbeda dengan di Gorontalo. Saat ini, sebagian masyarakat masih percaya dengan mitos jika memandikan kucing atau membasahinya dengan air baik disengaja maupun tidak maka akan turun hujan yang bisa mengakibatkan banjir.

Kepercayaan ini sudah turun-temurun hingga saat ini. Dari semenjak nenek moyang mereka hingga kini masih sebagian besar yang percaya hal tersebut.  Seperti halnya yang dikatakan salah seorang warga Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Djakaraia Saua (75). Kakek tua itu hingga kini masih memercayai mitos tersebut.

"Saya percaya bahwa hal itu benar, karena pernah terjadi dan saya pernah alami sendiri. Waktu itu saya membuang kucing di kali dan kemudian kucing itu hanyut, selang beberapa jam langit pun mulai gelap dan hujan terus-menerus siang malam," ungkap kakek itu.

Ia menambahkan, semenjak kejadian itu, ia tidak berani membuang ataupun membasahi kucing dengan air. Setelah ia bertanya kepada orangtuanya kala itu, orangtuanya pun membenarkan dan menjelaskan hal serupa.

"Mereka percaya kucing adalah makhluk kesayangan Nabi, jadi membuang kucing atau membasahinya, bisa mendatangkan hujan bahkan ada pengalaman orangtua saya dulu, memandikan kucing atau membuang kucing di kali hujan dan banjir bandang pun terjadi," dia menambahkan.

Semenjak kejadian tersebut, mereka percaya bahwa kucing tidak bisa dimandikan. Hingga kepercayaan itu turun-temurun. Meski begitu, belum ada yang bisa memberikan penjelasan secara ilmiah tentang mitos tersebut.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Tag Terkait