Proses Penanganan Obesitas Satia Terkendala Izin Operasi dari Orangtua

Oleh Abramena pada 06 Jul 2019, 09:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2019, 23:13 WIB
Bocah Obesitas Satia

Liputan6.com, Karawang - Ibu kandung Satia Putra, bocah obesitas asal Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Komariah, menyatakan keberatan jika anaknya menjalani operasi untuk proses penurunan berat badan.

"Sebagai orangtua, saya tidak terima apabila dalam proses kesembuhan yang dialami anak saya dilakukan tindakan medis berupa operasi," kata Komariyah, Jumat (5/7/2019).

Dia menjelaskan alasan penolakan upaya tindakan medis operasi terhadap Satia. Di antaranya rasa takut kehilangan anak bungsunya, jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Saya lebih menyayangi anak bungsu saya, dan kedua usianya masih anak-anak jadi kasihan," tambah Komariah.

Komariah berharap anaknya bisa sembuh dari obesitas yang dideritanya. Namun, tidak melalui tindakan medis berupa operasi pemotongan usus.

"Kalau memang ada cara pengobatan lain, selain operasi medis, mungkin itu yang dipinta," ujarnya.

Bobot badan Satia Putra (7) saat ini mencapai 101 kilogram. Kondisi Satia cukup mengkhawatirkan, di antaranya sulit untuk bergerak. Bahkan, keluarga juga kesulitan untuk mencarikan pakaian karena badannya yang terus membesar.

"Untuk pakaian seperti kaus harus mencari ukuran dewasa yang bobot badannya gede seperti ukuran XXXL," jelas Komariyah.

Komariyah, yang sempat menjadi TKW di Arab Saudi pada 1996 hingga 2002, menerangkan dari 4 anaknya, hanya si bungsu Satia Putra yang mengalami kegemukan ekstrem. Mengingat tiga kakaknya meski gemuk tetapi masih dalam kategori normal.

Dia juga mengatakan tidak ada keturunan dari dirinya maupun suami terkait obesitas yang diderita anaknya tersebut. "Tidak ada faktor keturan dari saya maupun bapaknya," dia memungkasi.

 

Simak video pilihan berikut ini: