Lantunan Ayat Alquran di Titik 0 Bumi dan Semangat Mengungkap Rahasia Keanehan Khatulistiwa

Oleh Liputan6.com pada 01 Jul 2019, 00:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2019, 00:00 WIB
Ilustrasi Masjid (Istimewa)

Liputan6.com, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (SYQ) tingkat Nasional ke XXV di Pontianak bakal menjadikan Kitab Suci Alquran berkumandang selama sepekan di titik 0 derajat bumi.

"Selama sepekan ke depan, kita melantunkan ayat-ayat Alquran di titik 0 derajat di lintang utara dan lintang selatan bumi ini. Saya berharap, dengan pembacaan ayat suci Alquran di titik 0 derajat bumi ini, kita bisa diberikan kemudahan untuk menggali rahasia Alquran dalam menggali ilmu pengatuhuan dan teknologi, khususnya di bumi Kalimantan Barat," kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu, dilansir Antara.

Menurut dia, pastinya banyak kajian ilmu pengetahuan yang harus digali di titik 0 derajat lintang utara dan lintang selatan bumi ini. Seperti mengapa di Tugu Khatulistiwa orang bisa dengan mudah mendirikan telur, mengapa lidah buaya bisa tumbuh subur di sekitar kawasan Tugu Khatulistiwa, mengapa bayangan pada siang hari bisa hilang di Tugu Khatulistiwa.

"Itu semua belum tentu perlu kajian yang mendalam dan jika kita kaji, sebenarnya semua itu sudah ada dalam Alquran," ujarnya.

"Makanya, pada kegiatan ini, kita mendirikan mimbar tilawah pada titik 0 derajat tersebut agar ini memberikan kesan tersendiri bagi seluruh peserta selama kegiatan ini," dia menambahkan.

Pemprov Kalbar sebagai tuan rumah juga berharap ayat suci Alquran bisa dilantunkan di sepanjang Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. "Dipilihnya lokasi Alun-Alun Kapuas sebagai lokasi utama karena kita ingin masyarakat bisa beramai-ramai menyaksikannya," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Target 5.000 Hafiz

Alquran
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Sutarmidji menambahkan, ditetapkannya Kalbar sebagai tuan rumah kegiatan STQ Nasional ke XXV, sekitar tujuh bulan yang lalu. Pemprov pun mempersiapkannya semaksimal mungkin. Kegiatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh gererasi muda agar menjadi generasi Qurani.

"Selama lima tahun ini kita ingin mencetak 5.000 hafiz yang nantinya akan ditempatkan di masjid-masijid agar lantunanan ayat Alquran ini bisa dilantunkan di setiap masjid dan Alquran melekat di hati kita," kata Sutarmidji.

Di tempat yang sama, Ketua Umum STQ XXV tahun 2019, Syarif Kamaruzaman mengatakan, pada kegiatan STQ Nasional tahun ini diikuti sebanyak 543 peserta dengan jumlah keseluruhan kontingen sebanyak 1.786 orang.

Dia bersyukur karena dari proses penyambutan kontingen, hingga malam pembukaan, semua peserta dan kontingen yang ada dapat difasilitasi dengan baik.

"Kami harap semua peserta yang ada bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin, agar bisa memberikan yang terbaik dalam kegiatan ini," katanya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓