Nasib Macan Kumbang yang Sempat Ngumpet di Rumah Warga Subang

Oleh Huyogo Simbolon pada 28 Jun 2019, 01:00 WIB
Diperbarui 28 Jun 2019, 01:00 WIB
Macan kumbang
Perbesar
Seekor macan kumbang yang sempat membuat geger warga Subang kini dikarantina di Kebun Binatang Bandung. Rencananya satwa liar ini akan dikembalikan ke habitatnya. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo, terus melakukan observasi terhadap kesehatan seekor macan kumbang (Panthera pardus melas) hasil tangkapan tim rescue Bandung Zoo di kawasan Cimalimping, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, beberapa waktu lalu.

Kepala Kesehatan dan Penelitian Bandung Zoo, Dedi Trisasongko mengatakan kondisi kesehatan macan kumbang itu semakin baik, usai dikarantina selama 27 hari pasca ditangkap.

"Macannya sendiri masih agresif yang menandakan sifat liarnya masih ada. Kalau masih liar seperti itu lebih cepat dilepasliarkan," kata Dedi ditemui di Bandung Zoo, Kamis (27/9/2019).

Macan kumbang yang masuk permukiman warga Subang berhasil ditangkap tim rescue Bandung Zoo bersama BBKSDA Jawa Barat pada 1 Juni lalu. Diduga, hewan buas itu turun dari gunung untuk mencari makan.

Setelah mengetahui ada macan, warga setempat berdatangan dan memburu macan tersebut dengan membawa alat seadanya, seperti golok, bambu, hingga senapan angin. Perburuan itu membuat macan ketakutan dan sempat masuk ke rumah warga melalui jendela.

Pihak kemananan melalui Danramil setempat kemudian menghubungi Polhut atau BKSDA. Lalu macan kumbang yang sempat membuat warga ketakutan itu berhasil ditangkap dan dititipkan ke lembaga konservasi Bandung Zoo.

Selama masa karantina, macan tersebut ditempatkan di sebuah kandang yang ditutupi dengan terpal dan tidak terlihat dari luar kandang.

Kondisi kesehatan macan kumbang menurut Dedi, sangat baik. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan umum dan pengambilan darah.

"Kondisi lukanya sudah kering, kemarin cek fisik berat badannya 30 kilogram. Macan ini kalau dibilang sudah dewasa ya termasuk sudah ya," ujarnya.

Selain itu, kondisi fisik macan kumbang masih mumpuni untuk hidup di alam bebas.

"Pada bagian kuku masih lengkap, namun bagian taring kanan atas memang sudah patah. Itu terjadi sebelum penangkapan. Dalam kondisi untuk memangsa hewan yang besar seperti babi hutan masih bisa," kata Dedi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pusat Penyelamatan Satwa Liar Cikananga

Marketing Komunikasi Kebun Binatang Bandung, Sulhan Syafii menyatakan macan kumbang yang sebelumnya ditangkap di Subang tersebut siap untuk dilepasliarkan kembali. Macan kumbang tersebut dalam kondisi sehat.

"Macan kumbangnya sendiri siap dilepasliarkan. Tinggal menunggu waktu yang ditetapkan untuk pelepasliaran macan ini. Seperti dokter hewan katakan, dari sisi kesehatan dinyatakan sehat," kata Sulhan.

Rencananya, kata Sulhan, pihaknya ke Pusat Penyelamatan Satwa Liar Cikananga, Kabupaten Sukabumi.

Sulhan menyebutkan, untuk melepasliarkan macan ke alam bebas harus memenuhi berbagai persyaratan. Di antaranya kondisi macannya harus benar-benar teruji dulu mampu bertahan hidup di alam liar, dan lingkungan alam yang dipilih untuk tempat melepasliarkannya juga harus diketahui pasti mendukung kebutuhan hidup satwa tersebut berdasarkan hasil penelitian ekologi.

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya