Tips Aman Saksikan Embun Es Dieng di Pagi Hari

Oleh Muhamad Ridlo pada 26 Jun 2019, 06:00 WIB
Embun es Dieng. (Foto: Liputan6.com/UPT Dieng/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Banjarnegara - Selasa pagi, 25 Juni 2019, embun es kembali menyelimuti kaldera raksasa purba Dieng, Jawa Tengah yang berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini.

Sejak Senin pekan lalu, embun es telah muncul sebanyak sembilan kali. Adapun sejak Mei atau awal Kemarau 2019, embun es Dieng sudah 13 kali terjadi.

Di luar dampak negatifnya di sektor pertanian, embun es Dieng, bagaimana pun adalah fenomena langka yang begitu digemari wisatawan. Mereka penasaran dengan keberadaan embun es yang oleh warga lokal disebut bun upas.

Sejak dinihari, wisatawan dari berbagai daerah mulai berdatangan di pelataran Candi Arjuna, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara. Bahkan, itu terjadi ketika loket obyek wisata belum dibuka.

"Parkiran sudah mulai penuh. Padahal masih gelap. Rata-rata datangnya pagi sekali, ada yang jam lima," kata Aryadi Darwanto, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Wisata Dieng.

Selain wisatawan yang tiba pada pagi hari, banyak pula wisatawan yang sengaja menginap di homestay yang banyak tersedia di Dieng. Selain berlibur, pemantik utama kunjungan mereka tentu saja adalah memburu embun es Dieng.

"Tadi saya ketemu dengan wisatawan dari Palembang. Katanya memang ingin menginap mencari embun es," ujarnya.

2 of 2

Persiapan Berburu Embun Es

Embun es Dieng. (Foto: Liputan6.com/Fortuna Dyah untuk Muhamad Ridlo)
Embun es Dieng. (Foto: Liputan6.com/Fortuna Dyah untuk Muhamad Ridlo)

Embun es adalah fenomena langka yang terjadi karena penurunan suhu ke titik beku. Sejak Senin pekan lalu, suhu embun es terus menurun, mulai dari minus satu, dua, hingga mencapai suhu terendah pada Senin pagi, minus sembilan derajat Celsius.

Hidup di negara tropis seperti Indonesia, masyarakat terbiasa dengan cuaca lembap dan hangat. Tentu perlu persiapan-persiapan khusus jika ingin menyaksikan embun es Dieng.

Dikhawatirkan, tubuh tidak cukup resisten menahan cekaman suhu dingin. Terlebih, Dieng berada di ketinggian di atas 2.000 mdpl.

Salah satu yang dikhawatirkan adalah hipotermia. Keadaan di mana tubuh tak bisa mempertahankan suhu tubuh lantaran terpaan suhu yang teramat dingin. Atau, bisa jadi penyakit bawaan lainnya, seperti Atsma yang bisa saja kumat lantaran suhu dingin.

Makanya, wisatawan yang hendak berlibur ke Dieng, terutama berburu embun es Dieng untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pertama adalah mempertimbangkan kondisi tubuh. Saat tidak dalam keadaan fit, disarankan untuk tak memburu salju.

Kemudian, wisatawan juga perlu mempersiapkan baju hangat, jaket, kaos kaki dan sarung tangan. Lebih aman jika wisatawan berbekal syal dan sepatu.

"Sepatu ini penting karena nanti akan melewati daerah yang basah oleh embun es dan sangat dingin," ujar Aryadi.

Aryadi juga menyarankan agar wisatawan yang hendak berburu embun es Dieng untuk mempersiapkan obat-obatan. Misalnya minyak kayu putih dan obat flu.

"Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada insiden wisatawan kena penyakit karena suhu dingin," ucap Aryadi.

Embun es diperkirakan masih akan muncul hingga September 2019 mendatang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓